Rabu 01 Oct 2014 14:25 WIB

Ini Kekuatan Tim Kesehatan Arafah

Pemeriksaan kesehatan haji
Foto: republika/agung supriyanto
Pemeriksaan kesehatan haji

Oleh: Zaky Al Hamzah, Makkah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah sebagai puncak rangkaian ibadah haji pada Jumat 3 Oktober waktu setempat, tinggal dua hari. Jutaan jamaah haji akan memadati Padang arafah pada H-1 atau waktu pagi hari H. Tim Kesehatan Arafah dari Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) dituntut bertindak cepat saat menangani, merawat dan melayani 115.200 jamaah haji reguler Indonesia.

Menghadapi kondisi tersebut, Tim Kesehatan Arafah mengandalkan mekanisme respons team dan optimalisasi dari dokter-dokter di Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kelompok Penerbangan (Kloter).

"Kekuatan inti Tim Kesehatan Arofah hanya 35 dokte untuk menangani ratusan ribu jamaah haji Indonesia. Tapi, kita dibantu dokter TKHI kloter di masing-masing kloter, dua dokter ahli jantung dan 11 temus (tenaga musiman) dan supir," ujar Lucky kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Selasa (30/9) siang waktu arab saudi (WAS).

Rata-rata di tiap kloter terdiri satu dokter dan dua paramedis atau tenaga kesahatan. Ada pula satu kloter ditangani dua dokter. Satu kloter bisa terdiri 350 orang jamaah hingga 450 orang jamaah.  Selain dibantu dokter di TKHI Kloter, dua dokter ahli dan 11 temus serta supir, Lucky menambahkan, Tim Kesehatan Arofah juga akan dibantu Tim TETA atau tenaga evakuasi tanpa alat yang berjumlah 20 orang.

Ke-20 petugas TETA ini mengandalkan kekuatan fisik, karena bertugas memanggul jamaah haji yang sakit untuk segera dievakuasi ke mobil ambulans terdekat kemudian dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Tim Kesehatan Arafah tersebut terbagi dalam tiga region. Ketiga Tim Medis region ini akan mengobati dan menangani 155.200 di 56 tenda maktab. Jumlah tenda maktab jamaah haji reguler Indonesia adalah 52 tenda maktab, sisanya tenda petugas dan Amirul Haji.

Tim Medis region I atau BPHI akan dipimpin dr Diany dan bisa dihubungi di nomor 0557260106. Dr Diany akan didukung enam dokter. Tim Medis puncak ini akan menangani maktab nomor 2, 3, 5, 7, 11, 13, 15, 16, 18, 25, 26, 28, 29, 31, 37, 38, 40, 42, 43 dan Maktab 44. "Maktab-maktab ini berdekatan dengan Kantor Urusan Misi Haji Indonesia, terutama Maktab 7," tutur Lucky.

Sedangkan Tim Medis region II yang dipimpin dr Rahmat dengan lima dokter akan menangani jamaah sakit atau risti (risiko tinggi) di maktab 48, 50, 51, 52, 54, 55, 57, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69 dan maktab 71.  Untuk Tim Medis region III dikoordinasi oleh dr Agus Hidayat yang didukung lima dokter. Tim Medis region ini akan menangani jamaah sakit atau risti di maktab 1, 8, 9, 10, 20, 21, 23, 24, 32, 33, 35, 36, 45, 47 dan maktab 58.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement