Kamis 10 Sep 2015 22:13 WIB

Badai Pasir Masing Mungkin Terjadi Lagi

Badai pasir di Riyadh, Arab Saudi
Foto: telegraph.co.uk
Badai pasir di Riyadh, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Kepala Seksi Kesehatan Daker Bandara Jeddah-Madinah Purwakaning Purnomo Agung menambahkan, sampai saat ini debu halus masih berterbangan di kota perhajian. Debu bisa menjadi faktor risiko morbiditas (kondisi sakit) jamaah, utamanya menyangkut saluran pernapasan.

“Kasus asma dan PPOK (paru-paru kronis) bisa terpicu akibat menghisap debu saat di tiba bandara,” katanya kepada Wartawan Republika, EH Ismail.

Agung melanjutkan, badai pasir masih mungkin terjadi di wilayah kota-kota perhajian menyusul adanya penyebaran (broadcast) pesan singkat dari Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi. Dalam pesan singkat elektronik tersebut, seluruh jamaah haji yang berada di Tanah Suci diminta menggunakan masker dan banyak mengkonsumsi air

putih. Jamaah juga disarankan tidak berlama-lama berada di ruang terbuka saat cuaca buruk.

Menurut Agung, jamaah haji Indonesia sebenarnya sudah dibekali masker sejak di embarkasi. Setiap rombongan mendapatkan satu boks masker berisi 50 lembar masker.

Akan tetapi, masih banyak jamaah haji yang mengabaikan fungsi masker. Apalagi, masker merupakan benda yang sangat jarang digunakan saat aktivitas sehari-hari jamaah di Tanah Air.

“Makanya perlu pemicuan untuk mengenakan masker yang telah diberikan. Kalau jamaah lupa atau menghilangkan masker, ya kita berikan lagi di sini,” ujar Agung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement