Sabtu 03 Oct 2015 14:50 WIB

Tim Identifikasi PPIH Siap Kerja Sama dengan DVI Polri

Rep: Ratna Puspita/ Red: Indira Rezkisari
Petugas keamanan ikut mengevakuasi jamaah haji yang menjadi korban insiden Mina.
Foto: Reuters
Petugas keamanan ikut mengevakuasi jamaah haji yang menjadi korban insiden Mina.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Tim identifikasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah mengidentifikasi 95 warga negara Indonesia, terdiri dari 90 jamaah haji dan lima pekerja, sebagai korban tragedi Mina. Jumlah itu mencapai 73 persen dari total jamaah yang dilaporkan belum kembali ke pemondokannya.

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan tim identifikasi PPIH Arab Saudi siap bekerja sama dengan tim Disaster Victim Identifikation Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk melanjutkan proses identifikasi. "Prinsipnya, kami akan terima kerja sama dalam mencari korban peristiwa Mina," kata dia, Sabtu (3/10).

Arsyad menyatakan tim DVI Mabes Polri ke Arab Saudi tidak hanya untuk mengidentifikasi korban asal Indonesia. DVI Mabes Polri bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk mengidentifikasi jenazah yang berasal dari negara-negara lain.

Hingga Sabtu (3/10) pagi, masih ada 34 jamaah haji Indonesia yang dilaporkan belum kembali ke pemondokan. Jumlah itu berkurang empat orang dari data sebelumnya, atau sesuai dengan jumlah jamaah yang teridentifikasi wafat di Pemulasaraan Jenazah Al Muaisim.

Jamaah yang dilaporkan belum kembali ke pemondokan itu memang bukan berarti sudah menjadi korban jiwa Mina. Sebab, penelurusan tidak hanya dilakukan di Pemulasaran Jenazah Al Muaisim, namun juga rumah sakit.

"Kami akan telusuri melalui tim-tim di lapangan," ujar  dia

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memberangkatkan Tim DVI ke Makkah, Arab Saudi, Jumat (2/10) malam. Sepuluh anggota tim DVI akan membantu kerajaan Arab Saudi mengidentifikasi jenazah korban tragedi Mina.

Sepluh orang yang dikirim ke Arab Saudi yaitu satu ketua tim, empat ahli forensik, dua dokter gigi forensik, satu DNA forensik dan dua dari INAFIS. Mereka akan langsung bergabung dengan tim dari Arab Saudi untuk mengidentifikasi seluruh korban.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement