IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi akan memberikan hadiah bagi keluarga anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Lima orang keluarga anggota BNPT akan diberangkatkan haji secara gratis oleh Pemerintah Arab Saudi.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, keberangkatan ini hanya akan diberikan jika anggota densus 88 yang ada di BNPT meninggal dunia dan memiliki keluarga seperti istri, anak atau orang tua yang masih hidup. "Jika ada anggota Densus 88 yang meninggal dunia, orang tuanya per tahun akan dihajikan oleh kerajaan Arab Saudi sebanyak lima orang," kata Pramono di Istana Negara, Selasa (21/2).
Dia menjelaskan, keinginan Pemerintah Arab Saudi ini dikarenakan mereka menganggap bahwa anggota Densus ini memiliki pekerjaan yang sangat mulia karena harus menangkal terorisme dan radikalisme. Kematian mereka pun bisa disebut sebagai kematian Syahid, dan menjadi seorang Syuhada.
Pramono menuturkan, Pemerintah Indonesia akan kedatangan tamu terhormat Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kedatangan ini dijadwalkan pada 1-9 Maret 2017. Kunjungan kenegaraan ini merupakan kunjungan yang cukup bersejarah bagi Pemerintah Indonesia. Sebab, Raja dari Arab Saudi terakhir datang ke Indonesi pada 1970-an atau sekitar 40 tahun silam.
Tak tanggung tanggung, dalam kunjungan ini Raja Salman akan membawa rombongan sangat besar. "Kurang lebih ada 1.500 orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeranm," kata Pramono.
Menurutnya, selama kunjungan ini, Raja Salman akan berada di Jakarta dari tanggal 1-3. Kemudian mulai tanggal 4 hingga 9 Maret, rombongan ini akan beristirhat di pulau Bali.
Kunjungan yang sangat spesial ini juga membuat Presiden Joko Widodo bakal menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia kepada Raja Salman. Terlebih, pada saat kunjungan Joko Widodo ke Arab Saudi, Raja Salman pun memberikan kehormatan tertinggi dari kerajaan Arab Saudi.
Pramono menuturkan, untuk pertama kali juga Presiden akan langsung menjemput Raja Salman tepat di pintu pesawat, karena hal tersebut juga dilakukan Raja Salman untuk Joko Widodo. Kedekatan ini memperlihatkan hubungan yang sangat dekat dan erat antara pemimpin Indonesia dan Arab Saudi.




