Sabtu 04 Aug 2018 15:40 WIB

Dubes Berharap Kuota Haji Indonesia 250 Ribu

Penambahan kuota selama ini tidak dibarengi peningkatan kapasitas di Mina.

Ratusan ribu jamaah haji bergerak dari deretan tenda Mina menuju Jamarat untuk melempar jumrah, Senin (12/9)
Foto: Ahmed Jadalah/Reuters
Ratusan ribu jamaah haji bergerak dari deretan tenda Mina menuju Jamarat untuk melempar jumrah, Senin (12/9)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, berharap ada penambahan kuota jumlah jamaah haji bagi Indonesia menjadi 250 ribu orang pada musim haji tahun depan.

Diplomasi Duta Besar Agus Maftuh tersebut disampaikan saat dirinya menjadi salah satu narasumber pada sebuah forum akademik bergengsi yang diadakan Forum Jurnalis Arab Saudi "SIHAFIYYUN" di Gedung Kamar Dagang Riyadh, Arab Saudi baru-baru ini.

"Dalam forum tersebut saya paparkan tentang waktu tunggu bagi haji di Indonesia yang bisa sampai 20 tahun. Di forum tersebut saya minta agar ada penambahan kuota 30 ribu lagi untuk tahun depan dengan desain pengaturan kapasitas Mina yang lebih baik lagi," kata Duta Besar Agus Maftuh kepada Antara melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/8).

Agus menjadi narasumber pada seminar internasional bertema "al Mamlakah, Masirah Tarikh fi Khidmah dhutuf ar-Rahman" atau "Kerajaan Arab Saudi, Perjalanan dan Sejarah dalam Melayani Tamu Allah" yang mengkaji tata kelola haji. Dalam seminar tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas fasilitas dan kemudahan yang diberikan kepada jamaah haji Indonesia serta sambutan luar biasa dari Kerajaan yang sebelumnya belum pernah ada.

Dia menambahkan dengan tambahan kuota ini diharapkan tahun depan jumlah jamaah haji Indonesia bisa mencapai 250 ribu orang sehingga bisa memperpendek waktu tunggu keberangkatan haji. Menurut duta besar, penambahan kuota jamaah haji selama ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas di Mina.

photo
Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Ada beberapa solusi bagi masalah kepadatan Mina yang saat ini hanya dapat menyediakan 0,9 meter persegi per satu orang. Solusi tersebut adalah membangun kemah bertingkat di Mina, memanfaatkan hotel-hotel yang lokasinya dekat dengan Mina dan menyediakan perkemahan di luar Mina dengan akses jalan keluar-masuk Mina yang memadai.

Pangeran Faisal bin Sultan Al Saud yang berbicara dalam forum tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang sangat intensif dalam melakukan koordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi. Menurut pangeran, upaya tersebut menjadikan jamaah haji Indonesia dikenal sebagai yang paling disiplin dan patuh akan aturan-aturan yang sudah ditetapkan Kerajaan Saudi.

Pangeran Faisal juga menegaskan Kerajaan Arab Saudi sangat serius dalam memberikan pelayanan kepada seluruh jamaah haji dari seluruh dunia dan menyiapkan berbagai infrastruktur untuk memberi kenyamanan bagi para tamu Allah, di mana jumlah jamaah Indonesia merupakan yang paling besar di dunia.

Pangeran berharap Indonesia bisa berbagi pengalaman kepada negara-negara lain dalam mengelola kegiatan haji. Aktivis perempuan yang juga merupakan manajer proyek pada Kementerian Kesehatan Saudi, Nuwayer Al-Shalawiy menyatakan jamaah haji Indonesia sangat dikenal dalam menjaga kebersihan dan kesehatan ketika berada di Masyair Muqaddasah yang meliputi area Makkah, Madinah, Arafah, dan Mina.

Dalam forum tersebut Duta Besar Agus Maftuh membagikan lencana SAUNESIA (Saudi-Indonesia) kepada para peserta seminar dan memasangkannya di jubah Pangeran Faisal bin Sultan Al Saud sebagai bentuk apresiasi Indonesia atas hubungan bilateral yang berada dalam masa keemasan ini.

Seminar internasional tersebut dihadiri Pangeran Faisal bin Sultan Al Saud, sejumlah duta besar, akademisi, peneliti haji dan media massa. Selain Duta Besar Agus Maftuh, beberapa narasumber dalam forum tahunan ini adalah Nabil Haidar dari Inggris dan peneliti haji dari Arab Saudi, Aiman Bana.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement