IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan keteresedian obat-obat cukup selama musim haji 2019. Tahun ini Kemenkes melalui Pusat Kesehatan Haji sudah menyiapkan obat-obatan sebanyak 72 ton.
"Obat-obatan sudah sampai di sana," kata Nila F Moeloek saat memberikan arahan kepada PPIH yang diberangkatkan gelombang pertama, di ruang 215 Gd Adiatama Kemenkes Jl HR Rasuna Said Jakarta, Senin (1/7).
Nila F Moeloek menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengusahakan agar semua keperluan obat-obatan tidak lagi dikirim dari Indonesia, akan tetapi disediakan oleh perusahaan farmasi milik BUMN yang bernama Kimia Farma.
Nila mengatakan, Kimia Farma sudah memiliki Apoteknya di Tanah Suci. Saat ini tempatnya belum rapi, karena masih dalam proses pekerjaan untuk tempat penyimpanan obat-obatan yang lebih aman.
"Tapi pengerjaannya belum selesai jadi apotek kimia farma sudah ada sampai 36 (apotik) Insyaallah sudah lebih," katanya.
Menurutnya, apotek yang dibangun Kimia Farma, belum bisa menjual obat-obatan untuk keperluan dengan jumlah besar. Namun, untuk keperluan jamaah perorangan sudah bisa.
Nila memastikan apotek milik Kimia Farma tempatnya sudah sesuai standar. Sehingga tidak perlu diragukan kualitas mutunya.
Nila mengatakan, apotek milik Kimia Farma itu kata a, lebih banyak di Kota Makkah dan Madiah dibandingkan di Jeddah. Karena memang jamaah haji lebih banyak aktivitasnya di dua kota itu.
"Saya kira ini bagus sekali sehingga masyarakat jamaah kita bisa ke apotek Kimia Farma jelas tertulis dan apa yang diperlukan masih bisa dibeli di apotek tersebut," katanya.