Jamaah Haji Indonesia Diminta Selalu Bawa Kartu Bus Shalawat

Rabu , 24 Jul 2019, 11:38 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji Indonesia menunggu bus shalawat ke Masjid Al Haram untuk melaksanakan shalat ashar di Sektor 7, Makkah, Arab Saudi.
Jamaah haji Indonesia menunggu bus shalawat ke Masjid Al Haram untuk melaksanakan shalat ashar di Sektor 7, Makkah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 mengimbau jamaah haji Indonesia selalu membawa kartu bus shalawat. Di dalam kartu tersebut tertera nomor bus, nama terminal, dan tujuan pemondokan. Informasi itu dimaksudkan agar jamaah tidak kesulitan saat terpisah dari rombongan.

 

Terkait

"Selalu membawa kartu bus dalam tas sandang sesuai wilayahnya masing-masing, semua pasti dapat itu dan dengan kartu itu bisa tanya banyak orang," kata Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja Mekkah PPIH 2019 Maskat Ali Jasmun, Selasa waktu setempat (23/7).

Baca Juga

Saat pertama tiba di Makkah, jamaah asal Indonesia akan mendapat kartu bus shalawat yang memuat informasi mengenai nomor bus, terminal, dan tujuan bus. Pemerintah Indonesia tahun ini menggunakan tiga terminal dari enam terminal yang ada di sekitar Masjidil Haram sebagai pangkalan bus shalawat bagi jamaah, yakni Terminal Syeib Amir, Terminal Bab Ali, dan Terminal Jiad.

Bus-bus shalawat melayani jamaah dari ketiga terminal itu menuju area pondokan yang tersebar di tujuh zona sebagaimana yang tercantum dalam kartu bus. Maskat menyarankan jamaah untuk mengenali letak terminal arah mereka pulang ke pondokan.

photo

Jaga Kondisi

Maskat juga mengingatkan kepada jamaah yang baru tiba di Makkah menjaga kesehatan. "Ketika datang pertama ke Haram ini yang paling penting pastikan kondisi fresh (segar), manfaatkan waktu istirahat yang ada," katanya.

Umumnya jamaah yang baru tiba di Makkah dari Madinah atau Bandara Jeddah terburu-buru ingin langsung beribadah ke Masjid Al-Haram. Kepada jamaah yang hendak menunaikan umrah wajib atau ibadah lain di Masjid Al-Haram, Maskat menyarankan memilih waktu yang tepat agar terhindar dari dampak kepadatan masjid.

"Upayakan ketika masuk ke Masjid AL-Haram itu di jam-jam yang tidak terkena waktu shalat, insya Allah aman, rombongan itu akan utuh dan tak terpisah," katanya.

Ia mencontohkan waktu setelah shalat isya atau subuh sebagai waktu yang tepat menunaikan umrah. "Insya Allah saat umrah akan utuh dari tawaf sampai tahalul," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini