Legislator Apresiasi FGD Kemenkes tentang Kesehatan Haji

Rabu , 24 Jul 2019, 17:25 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji.  (ilustrasi)
Pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Legislator Dewan Perwakilan Rakyat mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam melakukan sosialisasi dakwah kesehatan haji. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena Muslim, masyarakat perlu memahami dakwah kesehatan haji untuk mengutamakan aspek kesehatan dalam beribadah di Tanah Suci.

 

"Sosialisasi dakwah kesehatan haji ini bagus. Tujuannya menyamakan persepsi antara ibadah dan (aspek) kesehatan," kata Ermalena Muslim Hasbullah saat dihubungi Ihram.co.id, Rabu (24/7).

Terkait

Dia berharap, acara diskusi terhimpun yang digelar Kemenkes dengan menggandeng MUI dapat berlangsung lancar. Acara itu sendiri akan dimulai pada esok hari di Depok, Jawa Barat.

Baca Juga

Ermalena berpendapat, dakwah kesehatan haji adalah seputar bagaimana pentingnya jamaah dalam menjaga kesehatan, baik ketika masih di Tanah Air maupun selama di Tanah Suci. Dengan begitu, rangkaian ibadah haji bisa dilaksanakan dengan sempurna.

"Untuk jamaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) tentu perlu memerhatikan saran dan arahan tenaga kesehatan," ujar politikus PPP itu.

Pada intinya, ibadah haji yang merupakan ibadah fisik. Maka dari itu, pelaksanaannya tidak akan bisa maksimal bila jamaah tidak konsen pada kondisi kesehatan yang prima.

"Untuk itu manasik juga perlu diisi dengan bagaimana jamaah sehat," katanya.

Di antara cara menjaga tubuh agar tetap fit ialah menghindari dehidrasi serta memerhatikan asupan makanan dan minuman.

"Haus tidak haus, minum. Membatasi dan memperhatikan asupan makanan. Juga banyak makan buah-buahan dan mencuci tangan menjadi sangat penting," katanya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggelar diskusi terhimpun (focus group discussion/FGD) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). FGD yang digelar tiga hari, 25-27 Juli di Depok, Jawa Barat, itu dilakukan untuk membahas dakwah kesehatan haji.

"Undangan ini merupakan pertemuan lanjutan FGD dalam rangka dakwah kesehatan haji," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka saat dihubungi Ihram.co.id, Senin (22/7).

FGD itu juga digelar dalam rangka penguatan keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI tentang istithaah kesehatan haji, safari wukuf dan badal melempar jumrah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini