Sabtu 27 Jul 2019 05:09 WIB

Tip Agar Jamaah tak Kehilangan Sandal di Masjid Al Haram

Biasanya, kehilangan sandal terjadi usai jamaah melakukan umrah.

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Andi Nur Aminah
Tempat penitipan sandal dan sepatu di pintu masjid (ilustrasi)
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Tempat penitipan sandal dan sepatu di pintu masjid (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Sejumlah kasus jamaah kehilangan sandal di Masjid Al Haram masih kerap ditemukan. Ini berbahaya jika jamaah tersebut memaksakan untuk keluar masjid tanpa alas kaki.

Pantauan Republika.co.id di Masjid Al Haram selama pelaksanaan haji tahun ini, banyak jamaah yang kehilangan sandal. Biasanya, mereka kehilangan sandal usai melakukan umrah.

Baca Juga

Saat umrah jamaah umumnya akan keluar dari pintu Marwah. Dari pintu keluar Marwah ini, jamaah yang kehilangan sandal terkadang nekat untuk tetap melanjutkan perjalanannya ke sejumlah terminal untuk naik bus yang akan mengantar mereka ke pemondokan.

Jarak dari pintu Marwah ke masing-masing terminal yaitu Syib Amir, Bab Ali, dan Jiad, mencapai 500 meter. Jarak yang lumayan jauh iuru berbahaya jika jamaah tetap melakukan perjalannya tanpa sandal atau alas kaki.

 

Komandan Tim Gerak Cepat (TGC) Kemenkes yang tergabung PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Erick Erwinsyah, menganalisa penyebab hilangnya sandal jamaah. Di antaranya, jamaah menaruh sandal di pintu masjid atau di luar masjid. Dan, setelah masuk, jamaah biasanya lupa di pintu berapa sandalnya diletakkan. "Akibatnya, jamaah keluar dari pintu berbeda dan kebingungan sandalnya di mana," kata Erick, Jumat (26/7).

Selain itu, penyebab jamaah kehilangan sandal adalah menitipkan sandalnya yang membawa kantong kresek plastik. Kemudian, ketika sedang berada di Masjid Al Haram untuk shalat ataupun umrah, terpisah.

Erick pun memberikan tipnya agar jamaah tidak kehilangan sandal saat berada di Masjid Al Haram. Jamaah diharapkan agar senantiasa mebawa kantong kresek atau tas khusus untuk sandal. Kemudian, sandal dibuka di depan pintu masuk masjid dan dimasukkan ke dalam kantong kresek. "Sandalnya di bawa masuk ke dalam masjid dan jangan ditaruh di luar," kata Erick.

Setelah dibawa ke delam, sandal disimpan dan diletakkan di samping badan. Atau, di depan tempat sujud saat shalat.

 

Namun, jika sudah terlanjur jamaah kehilangan sandalnya, Erick mengatakan Tim TGC sudah menyiapkan sandal pengganti dengan beberapa ukuran. Ini dilakukan untuk mencegah jamaah keluar masjid tanpa sandal. "Ini mencegah terjadinya kaki melepuh akibat jamaah yang berjalan pulang tanpa alas kaki," kata Erick.

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan KKHI Makkah, M Imran, jamaah yang demikian itu rata-rata beralasan, alas kaki miliknya hilang saat keluar dari area Masjid. Kemudian, mereka tetap keluar tanpa alas kaki menuju teminal, untuk kembali ke pemondokan masing-masing.

"Ketika sandalnya hilang, jamaah bilang, seperti ini kalau di Indonesia sudah biasa jalan tidak pakai sandal saat ke sawah dan tambak. Ternyata, ketika itu dipaksakan, kaki mereka pada luka dan melepuh," tutur Imran saat ditemui di KKHI Makkah, Senin (22/7).

Artinya, lanjut Imran, pemahaman dan informasi kepada kepada jamaah sangat penting. Khususnya bagi mereka yang belum pernah keluar daerah. Di Tanah Suci, mereka mengalami cuaca terik dengan suhu yang cukup tinggi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement