Sempat Sakit Paru-Paru, Supiyah Wafat di Tanah Suci

Selasa , 30 Jul 2019, 14:22 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Jamaah haji wafat (ilustrasi).
Jamaah haji wafat (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Seorang jamaah haji asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diketahui meninggal dunia di Arab Saudi pada Senin (29/7) pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Jamaah tersebut atas nama Supiyah Ridwan Kartoinangun (76 tahun). Dia berangkat haji bersama putri dan menantunya. Perempuan yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya itu wafat lantaran penyakit paru-paru yang dideritanya.

 

“Almarhum 76 tahun asal Kabupaten Ponorogo meninggal dunia. Beliau wafat karena penyakit paru-paru, dalam kondisi cuaca yang sangat panas, lalu dibawa ke rumah sakit. Allah berkehendak lain. Beliau wafat karena sakit paru-paru,” kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Jamal di Surabaya, Selasa (30/7).

Terkait

Jamal menambahkan, almarhumah termasuk ke dalam kelompok jamaah haji resiko tinggi karena memiliki riwayat penyakit paru-paru. Waktu keberangkatan, tambahnya beliau dinyatakan istithoah sehat, namun ternyata berpulang ke Rahmatullah sebelum melaksanakan semua rukun haji. “Semoga beliau bisa dibadalkan hajinya dan menjadi haji mabrur,” kata Jamal.

Baca Juga

Jenazah almarhumah yang beralamatkan di Jalan Cempaka RT 02/ RW 04, Desa Polorejo, Babadan, Ponorogo, ini dimakamkan di pemakaman Sharayya Mekkah. Jamal pun berharap tidak ada lagi jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci.

“Semoga semua jemaah haji sehat di sana. Mudah-mudahan tidak ada tambahan lagi yang meninggal dunia. Cukup itu,” ujar Jamal.

Jamal mengatakan, dengan meninggalnya Supiyah, tercatat sudah ada empat orang jamaah hajil asal Embarkasi Surabaya yang wafat di Tanah Suci. Berikut daftar jamaah haji Jawa Timur yang meninggal dunia di Tanah Suci.

  1. Soeratno (74 tahun) kloter 4 asal Pacitan wafat pada 15 Juli 2019 di KKHI Madinah  (pemondokan) karena infectious and parasitic diseases dimakamkan di area pemakaman Baqi.
  2. Amin Sutikno (76 tahun) kloter 2 asal Kabupaten  Ngawi  wafat pada 26 Juli 2019 di KKHI Madinah  (pemondokan) karena circulatory diseases, dimakamkan di pemakaman Baqi.
  3. Saleh Saelani  (84 tahun) kloter 23 asal Kabupaten Malang  wafat pada 26 Juli 2019 di KKHI Mekkah  (pemondokan) karena endocrine, nutritional, metabolic diseases, dimakamkan di Sharayya.
  4. Supiyah Ridwan Kartoinangun binti H. Ridwan (76 tahun) kloter 3 asal Kabupaten Ponorogo wafat pada 29 Juli 2019 di KKHI Mekkah (pemondokan) karena penyakit paru-paru, dimakamkan di Sharayya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini