Kamis 15 Aug 2019 14:44 WIB

Jamaah, Timbang dan Periksa Koper Anda 2 Hari Sebelum Pulang

Tiap koper jamaah haji maksimal mencapai bobot 32 kg

Rep: Syahruddin El-Fikri/ Red: Hasanul Rizqa
Koper Haji (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Koper Haji (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia dipastikan akan mulai pulang ke Tanah Air secara berangsur-angsur mulai 17 Agustus 2019 mendatang. Sebelum kembali ke sanak famili yang lama menanti, mereka diimbau untuk terlebih dahulu cermat dalam mengisi koper.

Tambahan pula, tiap jamaah disarankan untuk memeriksa apa saja muatan di dalam koper masing-masing. Setelah itu, mereka hendaknya menimbang bobot koper tersebut. Ini agar tak melebihi kapasitas yang tersedia.

Baca Juga

Hal itu disampaikan Ketua Sektor 2 Madinah, Muhammad Rusdi Umar. Menurut dia, 48 jam atau dua hari sebelum penerbangan pulang, koper tiap jamaah sudah harus ditimbang bobotnya agar tidak melampaui ketentuan yang sudah disepakati.

"Jamaah yang akan pulang ke Tanah Air pada tanggal 17 Agustus, berarti hari ini barang dalam koper mereka sudah harus ditimbang," kata Rusdi Umar, Kamis (15/8) di Makkah.

Rusdi menambahkan, maksimal barang bawaan jamaah memiliki berat 32 kilogram (kg). "Kalau melebihi, maka barang yang kelebihan akan di tinggal atau jamaah membawa sendiri ke kabin," ujarnya.

Sekalipun boleh dibawa sendiri ke dalam kabin, jamaah hanya boleh menyesuaikan barang bawaannya dengan kondisi tas yang sudah dibagi-bagikan oleh tiap maskapai.

"Jika ada barang lebih, sebaiknya dikirim menggunakan jasa pengiriman logistik atau kargo," lanjutnya.

Untuk memastikan barang bawaan aman dan sesuai dengan berat yang sudah ditentukan, maka pada hari ini, Kamis (15/8), penimbangan barang jamaah sudah mulai dilakukan. "Penimbangan dilakukan di lobi hotel masing-masing," ungkap Rusdi.

 

Air Zamzam untuk Dibawa Pulang

Ihwal air zamzam yang dapat dibawa pulang, menurut Rusdi, jamaah tidak perlu memikirkannya. Sebab, begitu mereka tiba di debarkasi di Indonesia, pihak panitia akan membagi-bagikan air zamzam.

"Kalau ada yang tidak menerima di debarkasi, nanti bisa meminta ke Kantor Kemenag setempat dengan menunjukkan paspornya," kata dia.

Bobot air zamzam yang dapat diperoleh pun mesti seturut ketentuan yang berlaku, yakni maksimal lima liter. Itu pun diberikan oleh pihak maskapai. Jamaah tak perlu memboyong botol-botol berisi air zamzam di dalam koper masing-masing.

Rusdi mengimbau jamaah agar tidak membawa air zamzam tambahan. Sebab, kelebihan muatan dapat membahayakan penerbangan.

"Jadi jamaah jangan coba-coba bawa air zamzam dan memasukkannya ke dalam koper. Khawatirnya nanti setelah tiba di Tanah Air, kopernya kosong tidak ada isinya akibat isinya air zamzam semua," ungkapnya.

"Secara umum, walaupun beratnya (botol air zamzam --Red) kurang dari 32 kilogram, tapi kalau isi kopernya ada air zamzam, maka airnya akan dikeluarkan," ungkap Rusdi.

Mungkin saja, kata dia, koper jamaah lulus di berat tapi gagal di debarkasi keberangkatan.

"Kalau sampai terjadi seperti itu, maka dapat menyebabkan keterlambatan penerbangan (delay)," kata Rusdi. Delay bisa disebabkan banyaknya barang yang diperiksa di setiap koper jamaah.

Untuk itu, Rusdi mengimbau untuk setiap sektor dan setiap kloter saling mengingatkan kepada jamaahnya untuk mematuhi hal ini, terkait berat koper dan barang bawaan.

"Jangan bosan kita mengingatkan jamaah demi kebaikan bersama," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement