Saudi Tingkatkan Layanan Transportasi Berteknologi Tinggi

Kamis , 02 Jan 2020, 17:00 WIB Reporter :MgRol 127/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Terminal bus berteknologi tinggi disiapkan untuk melayani jamaah haji-umrah. Foto ilustrasi bendera Saudi.
Terminal bus berteknologi tinggi disiapkan untuk melayani jamaah haji-umrah. Foto ilustrasi bendera Saudi.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH—Terminal bus berteknologi tinggi akan menjadi fasilitas transportasi untuk jamaah haji ke tempat-tempat suci di Kerajaan. 

 

Rencana tersebut mencuat dari workshop yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah. Workshop tersebut diselenggarakan wakil menteri untuk urusan jamaah agar bisa mengeksplorasi rencana terminal yang terkait dengan lokasi tempat tinggal jamaah di Makkah. 

Terkait

Dilansir dari Arab News, stasiun bus akan mengembangkan jadwal dan bergantung pada teknologi modern untuk meningkatkan transportasi peziarah sebagai bagian dari inisiatif Visi 2030 Kerajaan.   

Baca Juga

Wakil Menteri Urusan Transportasi di Kementerian Haji dan Umrah, Bassam bin Ahmed Ghulman, mengatakan stasiun bus akan menggunakan teknologi modern untuk menjadwalkan perjalanan dari Makkah ke tempat-tempat suci dengan pertimbangan lokasi tempat tinggal jamaah dan jadwal yang teratur. 

“Studi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi dan memperbarui model lalu lintas untuk wilayah tersebut,” kata Direktur Jenderal Direktorat Lalu Lintas, Mohammed Al-Bassami.  

Stasiun-stasiun itu juga akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan kepadatan penumpang di jalan-jalan utama yang menghubungkan Makkah ke tempat-tempat suci.  

Jadwal bus yang dipasang pada layar elektronik di dalam tempat tinggal jamaah akan membantu menghemat waktu dan biaya sehingga mampu mengurangi dampak lingkungan dengan meningkatkan efisiensi operasi.  

Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Institut Studi dan Layanan Konsultasi King Salman di Universitas Majmaah dan Pusat Pengembangan Seni di Dubai, juga menyelenggarakan program pelatihan untuk 87 manajer dan penyelia.  

Program pelatihan Rowad (pelopor) selama 14 pekan adalah bagian dari rencana kementerian untuk memodernisasi lingkungan kerjanya dan mengembangkan kemampuan staf. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini