Kamis 05 Mar 2020 14:17 WIB
Kondisi Makkah Biasa, Jamaah Umrah Asing Dipulangkan Bertahap

Makkah Biasa, Jamaah Umrah Asing Dipulangkan Bertahap

Jamaah umrah yang tawaf di Ka'bah tak terpengaruh soal virus corona.

Suasana jamaah umroh melakukan tawaf di Mataf .t
Foto: Muhammad Subarkah
Suasana jamaah umroh melakukan tawaf di Mataf .t

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH—  Pengusaha travel haji dan umrah yang ini tengah bermukim di Makkah, Muharom Ahmad, mengatakan, situasi Masjidil Haram masih tetap seperti biasa. Jamaah umrah yang kini tengah berada di Tanah Suci juga memadati area mataf (tempat tawaf).

"Tak ada yang berubah. Subuh tadi di tempat tawaf ramai para jamaah yang melakukan tawaf. Tak ada yang ganjil atau sepi," kata Muharom Ahmad yang juga sekretaris Forum SATHU (Shilaturahim Asosiasi Travel Haji dan Umrah), melalui pembicaraan telepon dari Makkah, Kamis (5/3).

Muharom juga membantah tempat tawaf di sisi Ka’bah sepi setelah tersebar kabar ada paparan cirus vorona. Di media sosial banyak foto tersebar memperlihatkan suasana sepi tempat itu.

"Itu difoto jam berapa? Kalau difoto jam 2 siang ya jelas sepi karena suasana panas terik. Subuh tadi saya lihat langsung, biasa saja. Mataf tetap dipadati jamaah tawaf," katanya.

Selain itu, menurut dia, di Makkah dan Arab Saudi pada umumnya juga tidak ada suasana kepanikan seperti di Indonesia. Di sana aktivitas warga berlangsung biasa.

"Di sana yang sibuk pemerintahnya yang memantau ketat kemungkinan masunya virus corona. Saya memang baca berita ada warga Saudi yang terpapar virus itu. Tapi, itu bukan warga yang ada di dalam negeri Saudi. Itu warga Saudi yang hendak pulang dari Iran melalui Bahrain. Di perbatasan Bahrain itulah dia ditemukan dan kemudian dirawat di sana. Orang dari Saudi sendiri belum ada. Kondisi di sini tenang. Warganya percaya pemerintahnya bertindak serius atasi ini,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan soal jamaah umrah asing yang kini telah ada di Arab Saudi? Muharom mengatakan, setelah jamaah umrah asing dilarang datang ke Saudi, jamaah umrah asing yang kini ada di Tanah Suci secara bertahap dalam waktu tiga pekan akan dipulangkan. Setelah itu, hanya warga dan para mukimin Saudi yang akan tinggal.

"Saya perkirakan penutupan ini berlangsung hingga akhir musim umrah sekitar Juni mendatang. Tampaknya pada bulan Ramadhan depan sebagai puncak umrah juga Saudi belum akan buka akan adanya kedatangan jamaah umrah asing. Sepertinya yang ini akan terjadi," katanya menegaskan.

Menurut dia, bagi Saudi pentupan kedatangan jamaah umrah asing saat ini cukup tepat. Pemerintah negara tersebut berupaya menunggu sampai suasana reda, terutama agar jamaah asing bisa datang melakukan ibadah di Tanah Suci pada waktu musim haji.

"Dan konsekuensinya nanti akan ada cek kesehatan tambahan. Soal bebas virus corona akan dijadikan syarat masuk ke Saudi Arabia sewaktu haji," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement