Kamis 29 Oct 2020 05:15 WIB

PM Pakistan Surati Facebook Agar Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan surati CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk melarang konten islamofobia

Rep: Imas Damayanti/ Red: Esthi Maharani
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan.
Foto: EPA-EFE/Thomas Peter
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menulis surat kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk melarang konten Islamofobia. Tumbuhnya Islamofobia salah satunya juga digawangi dari unggahan-unggahan tak bertanggung jawab di media sosial.

Dilansir di Euro News, Selasa (28/10), Khan mengatakan bahwa tumbuhnya Islamofobia mendorong kebencian, ekstremisme, dan kekerasan. Terutama melalui penggunaan media sosial dan memperingatkan bahwa konten semacam itu dapat meradikalisasi Muslim.

Surat yang dilayangkan Khan kepada Zucerberg itu juga menyebut pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerang dan melukai perasaan jutaan Muslim di Eropa dan di seluruh dunia. Sebab karena pernyataannya, mendorong penerbitan karikatur Nabi Muhammad yang menyakiti hati umat Muslim.

Menurutnya, Presiden Macron telah memberikan penghormatan kepada seorang guru sejarah Prancis yang dibunuh setelah mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas, dan mengatakan Prancis tidak akan melepaskan kartun tersebut. Namun di sisi lain, tindakannya justru memberangus hak asasi warga Muslim yang menjunjung tinggi kepercayaan atas agama yang dibawa Nabi Muhammad.

Pernyataan Macron tentang karikatur Nabi Muhammad pun dikecam keras oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyerukan boikot produk Prancis atas sikap Macron yang dianggap menghina Islam dan Muslim.

Pada Senin (27/10), pihak berwenang Pakistan juga dilaporkan memanggil duta besar Prancis di Islamabad, Marc Barety, untuk menyampaikan keprihatinan mereka. Khan selanjutnya berpendapat bahwa kebencian harus dilarang sama sekali di jejaring sosial.

“Mengingat pelecehan dan pencemaran yang merajalela terhadap Muslim di platform sosial, saya menyerukan pelarangan Islamofobia dan kebencian terhadap Islam di Facebook serupa dengan yang ada pada Holocaust,” kata Khan kepada Zuckerberg dalam sebuah surat, yang diumumkan pemerintah Pakistan, pada larut malam Ahad.

Menurutnya, seseorang tidak dapat mengirim pesan bahwa beberapa pesan kebencian terhadap beberapa tertentu tidak dapat diterima, sementara yang lain dapat diterima. Khan juga menunjuk pada kebijakan baru-baru ini Facebook yang melarang konten yang mendistorsi atau menyangkal Holocaust dan menyerukan aturan serupa untuk diberlakukan untuk postingan anti-Islam.

Platform media sosial mendefinisikan perkataan yang mendorong kebencian sebagai 'serangan langsung terhadap orang' berdasarkan karakteristik yang dilindungi termasuk ras, etnis, asal kebangsaan, dan afiliasi agama, melalui 'ujaran kekerasan atau tidak manusiawi' atau 'stereotip berbahaya'.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement