Masjid di Oman akan Dibuka Kembali untuk Sholat Lima Waktu

Jumat , 13 Nov 2020, 02:39 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Masjid di Oman akan Dibuka Kembali untuk Sholat Lima Waktu (ilustrasi).
Masjid di Oman akan Dibuka Kembali untuk Sholat Lima Waktu (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,MUSCAT -- Masjid-masjid di Oman akan dibuka kembali untuk sholat mulai Ahad (15/11) mendatang. Masjid di negara itu dibuka kembali untuk umum setelah delapan bulan ditutup dalam upaya memerangi virus corona.

 

Terkait

"Kami mengambil keputusan untuk mengizinkan masjid dibuka untuk sholat lima waktu karena kasus infeksi Covid-19 telah menurun hampir 80 persen selama 30 hari terakhir," kata Komite Tertinggi Covid-19 Oman pada Rabu, dilansir di Al-Monitor, Kamis (12/11).

Namun di bawah aturan baru, komite mengatakan masjid dapat dibuka selama 25 menit untuk setiap sholat lima waktu. Sementara penyelenggaraan sholat Jumat masih dilarang hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hanya masjid besar, khususnya yang berkapasitas 400 jamaah atau lebih, yang dapat melanjutkan layanan mereka. Sebanyak 3.000 masjid yang termasuk dalam fase pertama pembukaan kembali mewakili sekitar sepertiga dari jumlah total masjid di seluruh Oman.

Sementara itu, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama mengatakan anak-anak di bawah usia 12 tahun dan orang dewasa di atas 65 tahun tidak akan diizinkan masuk ke masjid. Selain memakai masker wajah dan mengamati jarak fisik, jamaah harus membawa sajadah sendiri dan membersihkan tangan sebelum masuk dan keluar masjid.

Pembukaan kembali masjid di negara Teluk ini dilakukan ketika beban kasus virus corona harian di sana semakin berkurang. Kementerian Kesehatan Oman melaporkan 302 kasus virus corona baru pada Rabu, turun dari 1.000 atau lebih kasus sehari pada bulan lalu. Jumlah total infeksi di negara ini sejak Februari mencapai 119.186, dengan jumlah 1.321 kematian.

Pada Maret lalu, Oman memerintahkan penutupan semua masjid, serta pasar, restoran, dan pusat perbelanjaan. Pemerintah juga mengunci perbatasannya dan menangguhkan operasi angkutan umum.

Kesultanan mulai melonggarkan pembatasan pada akhir April, dan kemudian melanjutkan penerbangan internasional dan perjalanan bus antarkota. Setelah melewati 100.000 kasus pada awal Oktober, pihak berwenang di Oman memberlakukan jam malam selama dua pekan pada bulan lalu untuk mencegah peningkatan infeksi Covid-19. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini