Ahad 10 Jan 2021 18:24 WIB

Faktor Agama Faktor Penting Dalam Menentukan Pilihan PIlkada

LSI: 64 Persen Responden Sebut Pemilu Kesempatan Pilih Pemimpin Seiman

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Subarkah
Pemungutan suara di Pilkada.
Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Pemungutan suara di Pilkada.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Lembaga Survei Indonesia merilis temuan sekitar 68 persen dari 2000 responden menilai Pemilu merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin yang seiman. Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, jumlah ini didapat dari survei responden yang wilayahnya tidak menyelengarakan Pilkada 2020.

"Ini mungkin agak menarik, apakah pemilu ini merupakan kesempatan memilih pemimpin yg seiman dengan masyarakat atau pemilih, baik daerah yang ada Pilkada maupun tidak jalankan Pilkada mayoritas setuju dengan hal tersebut," ungkap Djayadi dalam paparannya saat merilis hasil survei secara daring, Ahad (10/1).

Ia mengatakan, untuk responden yang wilayahnya menggelar Pilkada sekitar 64 persen yang setuju jika pemilu ajang memilih pemimpin seiman.

"Yang tidak Pilkada itu sekitar 68 persen, beda sedikit meskipun yang tidak jalankan pilkada sedikit lebih tinggi, ini menunjukkan faktor agama menjadi hal yang penting di dalam menentukan masyarakat memberikan pilihannya," ungkap Djayadi.

 

Selain itu, LSI juga mengungkap temuan responden yang menilai Pemilu sebagai ajang memilih pemimpin yang etnisnya sama. Untuk temuan ini responden agak terbelah antara setuju dan tidak setuju.

"Di daerah di Pilkada ada sekitar 51 persen setuju, yang tidak jalankan Pilkada itu lebih rendah yakni 47 persen, jadi faktor etnik tetap penting kalau diliat disini yang jadi faktor dalam menentukan dalam memilih," ungkapnya.

Survei LSI dilakukan pada periode 11-14 Desember 2020 dengan metodologi menggunakan telepon ke 2000 responden secara acak. Adapun database itu diperoleh dari survei face to face bertemu langsung responden dlam berbagai survei beberapa waktu terakhir.

Survei menggunakan asumsi metode simple random sampling ukuran sampai 2000 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement