Kamis 22 Apr 2021 14:27 WIB

Yordania Protes Israel Karena Hentikan Adzan Masjid Al Aqsa

Sabotase adzan ini dilakukan di malam hari pertama bulan suci Ramadhan

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Esthi Maharani
Masjid Al- Aqsa
Foto: Iqna
Masjid Al- Aqsa

IHRAM.CO.ID, AMMAN--Polisi Israel dilaporkan membongkar kunci dan memutus saluran listrik ke pengeras suara di empat menara di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem pada 13 April lalu. Sabotase adzan ini dilakukan di malam hari pertama bulan suci Ramadhan karena bertepatan dengan peringatan nasional Israel atas tentaranya yang jatuh di Tembok Barat.

Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania, Ayman Safadi menyesalkan gangguan tersebut, yang merupakan pelanggaran perjanjian tentang penggunaan bersama situs suci tersebut. Sebuah situs yang dihormati oleh orang Yahudi sebagai lokasi kuil Yahudi kedua kuno dan oleh Muslim sebagai tempat mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Menurut Safadi, provokasi tersebut termasuk membongkar kunci pintu masjid, yaitu pintu Gerbang Rantai dan pintu menuju atap museum Islam, serta pemotongan kabel speaker luar di bagian barat Al.  Juru bicara kementerian, Daifallah al-Fayez mengkonfirmasi bahwa kementerian mengeluarkan protes resmi, menyesalkan tindakan polisi Israel.

Langkah tersebut dilaporkan dilakukan setelah pejabat Wakaf Islam Yerusalem, sebuah badan Yordania yang mengawasi situs suci Yerusalem, menolak untuk mematikan pengeras suara secara sukarela.  Mereka mengatakan Israel ingin tenang sementara tentara baru berdoa di Tembok Barat.

 

Al-Fayez menggambarkan tindakan Israel sebagai provokasi terhadap Muslim di seluruh dunia dan pelanggaran hukum internasional dan status quo historis.

"Ini adalah pertama kalinya sejak 1967 penjajah Israel menyabotase kunci untuk masuk menara dan secara fisik memutus aliran listrik ke pengeras suara," kata Direktur eksekutif Dana Hashemite untuk Pemulihan Masjid Al-Aqsa, Wasfi Kailani dilansir dari Religion News, Jumat (16/4).

Polisi Israel tidak menanggapi permintaan berulang dari Religion News Service untuk memberikan komentar.

Azan malam dimulai pada pukul 8:29 malam, setengah jam setelah upacara dimulai di mana tentara yang baru dilantik dalam pasukan pertahanan Israel berdoa di Tembok Barat.  Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan tahunan Yom Hazikaron, ketika Israel memberikan penghormatan kepada 23.928 tentara Israel yang tewas.

Naser Abu Sharif, seorang penjaga Wakaf, mengatakan bahwa listrik telah pulih pada Kamis (15/4) dan adzan telah dilanjutkan.  Abu Sharif mengatakan Pejabat Wakaf Islam di Yerusalem sedang mempertimbangkan cara untuk membuat koneksi nirkabel ke pengeras suara menara untuk menghindari sabotase Israel nantinya.

Hanna Issa, Kepala Komite Islam-Kristen untuk Yerusalem, mengatakan kepada RNS bahwa tindakan Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Roma 1998 dan meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Dewan eksekutif UNESCO dengan suara bulat mengecam tindakan Israel selama sesi ke-211 rapat pleno pada hari Kamis dan mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa semua kegiatan Israel yang bertujuan untuk mengubah karakter dan status hukum Kota Tua Yerusalem, tempat Al-Aqsa dan Tembok Barat berada, batal secara hukum.

 Al-Fayez mengatakan bahwa resolusi tersebut merupakan hasil dari upaya diplomatik yang dilakukan oleh Yordania, Palestina dan organisasi Arab dan Islam lainnya di dalam UNESCO.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement