Afghanistan Tak menentu Seiring Perginya Pasukan AS

Ahad , 25 Apr 2021, 05:09 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Pejabat keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan
Pejabat keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan

IHRAM.CO.ID -- Setidaknya 14 orang tewas dalam serangan di tiga provinsi Afghanistan dalam 24 jam terakhir akibat konflik kekerasan yang terus berlanjut di negara itu meskipun upaya perdamaian terus berlanjut.

 

Terkait

Di ibu kota Kabul, pria bersenjata tak dikenal menewaskan empat polisi, seorang dosen universitas, dan seorang pegawai pemerintah dalam tiga insiden terpisah. Pernyataan ini ditegaskan juru bicara polisi Ferdows Faramarz mengatakan pada hari Sabtu (24/4), seperti dilansir Al Jazeera.

"Dua dari insiden memang terjadi pada hari Sabtu. Sedangkan yang ketiga terjadi pada Jumat malam, menurut polisi.

Pembunuhan kini sedang meningkat di Kabul di mana pasukan keamanan, pegawai pemerintah, aktivis, dan jurnalis seringkali menjadi sasarannya. Belum ada klaim tanggung jawab atas sebagian besar peristiwa yang terjadi di ibu kota Afghanistan itu.

Di provinsi Ghazni yang berada di bagian tenggara negara itu, setidaknya empat warga sipil tewas dalam ledakan bom pinggir jalan.

"Dua warga sipil lainnya terluka ketika bom menghantam kendaraan mereka saat mereka berkendara di ibu kota provinsi, kata juru bicara gubernur Wahidullah Jumazada.