Kamis 20 May 2021 15:00 WIB

Pengeboman Gaza Isreal Dimaksudkan Hanya Melemahkan Semangat

Israel menyerang Gaza untuk mematahkan perlawanan rakyat Palestina

IHRAM.CO.ID, Rami Aldraimli menyaksikan dengan tidak percaya saat bangunan tempat dia bekerja selama lebih dari 20 tahun runtuh.

Kenyataan itu terjadi menyusul "peringatan" rudal, jet tempur Israel pada Selasa sore membom gedung al-Awqaf, bangunan terbaru yang menjadi sasaran Israel selama serangan 10 hari tanpa henti di Jalur Gaza yang terkepung.

Keterangan:  Pengeboman gedung yang mencakup Perusahaan Periklanan Mashareq dan toko alat tulis, dalam upaya untuk menghancurkan ekonomi Palestina. Didirikan pada tahun 1999, perusahaan ini berkembang dengan menawarkan layanan periklanan dan fotografi, serta produksi film dan rekayasa suara.

                      *****

“Penyanyi populer Mohammed Assaf, sebelum dia menjadi terkenal, sering direkam di studio kami,” kenang Aldraimli dengan bangga. “Tempat itu menjadi impian banyak orang untuk bekerja bersama kami,” katanya.

“Kami seperti keluarga.” Dampak hancurnya gedung, lanjutnya, tidak hanya kerugian material yang cukup signifikan mengingat mahalnya peralatan di dalam kantor. Ini bukan tentang uang, kata Aldraimli.

“Itu adalah tempat untuk bekerja, berkumpul dan membangun kenangan. Ini tentang ruang yang kami ciptakan untuk diri kami sendiri. Uang bisa dikompensasikan, tapi puluhan tahun pekerjaan kami serta kenangan pribadi kami hilang dalam puing-puing tidak mungkin dikembalikan."

Skala penargetan wilayah sipil

Menurut informasi kementerian pemerintah Gaza, enam bangunan tinggi - semua landmark kota yang ikonik - telah diratakan oleh jet tempur Israel sejak pemboman dimulai pada 10 Mei.

Mereka adalah bagian dari lebih dari 184 properti perumahan dan komersial yang telah dihancurkan , termasuk gedung yang menampung 33 institusi media.

Pada hari Sabtu, serangan udara Israel menghancurkan menara al-Jalaa, yang menampung banyak apartemen dan kantor hunian, termasuk biro Al Jazeera dan The Associated Press.

Seperti dalam kasus lain, Israel membenarkan pemboman gedung tersebut dengan mengklaimnya sebagai tempat penyimpanan aset militer Hamas, kelompok yang menjalankan Jalur tersebut.

Namun, telah gagal memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya, sementara pendukung kebebasan pers mengecam serangan itu sebagai upaya berani untuk "membungkam" jurnalis yang meliput pemboman mematikan Israel di daerah kantong yang dikepungnya.

Setidaknya 227 warga Palestina, termasuk 64 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka, dalam apa yang menurut pengamat telah menjadi sasaran paling keras Israel atas wilayah sipil di daerah kantong itu hingga saat ini.

Setidaknya 72.000 orang telah mengungsi, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan mayoritas mencari perlindungan di 58 sekolah UNRWA di seluruh Gaza.

Setidaknya 12 orang tewas di Israel dalam tembakan roket dari Gaza. Selain itu, penargetan infrastruktur vital Israel telah memengaruhi layanan air, sanitasi, dan kebersihan bagi ratusan ribu orang.

Warga Palestina berdiri di dekat kerusakan setelah serangan udara Israel di sebuah rumah di Kota Gaza pada 19 Mei 2021 [Mohammed Salem / Reuters]

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi