4.613 Calhaj Sumbar Prioritas Berangkat Tahun Depan

Kamis , 03 Jun 2021, 21:26 WIB Reporter :Febrian Fachri/ Redaktur : Fuji Pratiwi
Jamaah haji  / umrah (ilustrasi). Sebanyak 4.613 jamaah haji asal Sumatra Barat (Sumbar) akan diprioritaskan berangkat pada tahun depan.
Jamaah haji / umrah (ilustrasi). Sebanyak 4.613 jamaah haji asal Sumatra Barat (Sumbar) akan diprioritaskan berangkat pada tahun depan.

IHRAM.CO.ID, PADANG -- Seiring pembatalan keberangkatan jamaah calon haji Indonesia tahun ini oleh Kementerian Agama, terdapat 4.613 jamaah haji asal Sumatra Barat (Sumbar) yang akan diprioritaskan berangkat pada tahun depan.

 

Terkait

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumatra Barat, Joben, mengatakan, sebanyak 4.613 jamaah haji asal Sumatra Barat (Sumbar) batal berangkat ibadah haji pada tahun ini. Hal itu sebagai tindak lanjut setelah keputusan Menteri Agama (Menag) RI mengeluarkan kebijakan Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji 1442 Hijriah bagi warga negara Indonesia.

Baca Juga

"Yang tidak jadi berangkat tahun ini akan diprioritaskan berangkat pada 2022. Yang jelas jamaah kan sudah punya niat, sudah mempersiapkan diri," kata Joben menanggapi keputusan pembatalan haji dari Indonesia tahun ini oleh Kemenag, Kamis (3/6).

Joben menerangkan, jamaah sudah melakukan sejumlah persiapan agar bisa berangkat haji tahun ini. Mulai dari melakukan vaksinasi Covid-19, mengikuti manasik haji, hingga menyiapkan paspor dan dokumen.

Bila tahun ini haji tidak dibatalkan,  kloter pertama dari Sumbar masuk asrama pada 15 Juni. Jamaah yang hendak diberangkatkan dari Sumbar berjumlah 4.613 jamaah yang terdiri dari 12 kloter.

Selain itu, kebijakan ini juga membuat masa tunggu jamaah haji asal Sumbar yang hendak melaksanakan ibadah haji bertambah dua tahun dari yang sebelumnya 20 tahun menjadi 22 tahun.

"Menag menyampaikan ini keputusan tidak diinginkan. Apa boleh buat. Ini keputusan yang berat," ucap Joben.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini