Haji 2021 Dibatalkan, Ini Harapan Calon Jamaah Haji

Ahad , 06 Jun 2021, 07:53 WIB Redaktur : Elba Damhuri
Ilustrasi Haji: Haji 2021 Indonesia dibatalkan
Ilustrasi Haji: Haji 2021 Indonesia dibatalkan

IHRAM.CO.ID, -- Oleh Dadang Kurnia, Febrian Fachri, Fuji E Permana, Meiliza Laveda, Antara

 

Terkait

Mochammad Ali Topan (48), warga Surabaya, Jawa Timur, batal berangkat haji di tahun ini. Kebatalan kepergian merupakan imbas keputusan pemerintah yang memutuskan tidak memberangkatkan haji di 2021.

Ali Topan sudah melakukan pendaftaran ibadah haji di 2011. Kebijakan pemerintah membuat Ali merasa nasibnya yang ingin segera menjalankan ibadah haji menjadi tidak jelas.

"Padahal kan umur seseorang siapa yang tahu. Belum tahu mundurnya sampai kapan, dan belum pasti juga kan ketika waktunya sudah sampai kita masih ada umur," ujarnya kepada Republika, Kamis (3/6).

Bapak dua anak itu juga mengeluhkan sempat adanya angin surga dari pemerintah pusat terkait kemungkinan memberangkatkan jamaah haji di 2021, asalkan vaksinasi Covid-19 terus dijalankan. Namun pada kenyataannya, pemerintah kembali memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah tahun ini.

"Kenyataannya mana. Okelah kita mengikuti protokol sesuai yang diarahkan. Tapi kenyataannya mana?" ujar Ali Topan.

Ali Topan menyatakan tidak tahu jadwal keberangkatannya ke Tanah Suci mundur hingga kapan. Ia hanya berharap, mundurnya jadwal keberangkatan ke tanah suci tidak terlalu jauh. Ia juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga jadwal keberangkatan jamaah haji kembali normal.

Salah satu penggerak travel haji/umrah di Sumatra Barat, Maigus Nasir, mengatakan umat Islam harus menerima kenyataan pembatalan agenda ibadah haji tahun ini untuk Indonesia. Pembatalan ini jadi yang kedua bagi calon haji dari Tanah Air.

"Dari calon haji yang seharusnya berangkat akan ada rasa kecewa. Tapi mayoritas umat Islam pasti memahami dan menerima kondisi ini," kata Maigus kepada Republika, Kamis (3/6).

Calon jemaah pasti kecewa karena seharusnya sudah berangkat sejak tahun lalu dan tahun ini. Tapi karena situasi pandemi masih berlarut-larut dan belum ada izin dari pemerintah Arab Saudi terhadap calon haji Indonesia, Maigus menilai kebijakan tidak ada jamaah haji dari Indonesia harus ditanggapi dengan lapang dada. Ia berharap kepada calon haji supaya mengambil hikmah bahwa ini adalah ujian dari Allah SWT.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Helmy Faishal Zaini, mengajak umat bijak menyikapi kebijakan pembatalan keberangkatan haji jamaah Indonesia. 

Ia menjelaskan, atas dasar pertimbangan agama salah satu tujuan dari beragama  adalah menjaga keselamatan yang tidak bisa ditunda. Maka meski mengerjakan ibadah haji itu bagian dari menjaga agama, tapi beribadah dalam keadaan darurat bisa ditunda.

Ia mencontohkan, sholat Jumat saja kalau hujan deras bisa ditunda. Sholat Jumat bisa diganti dengan mengerjakan dengan sholat Dzuhur. Begitu pula dengan orang yang sedang puasa tapi sedang melakukan perjalanan jauh sekali, maka boleh membatalkan puasanya.

"Maka atas dasar pertimbangan ini, marilah kepada seluruh jamaah haji di Indonesia, kami merasakan betul kesedihan yang mendalam karena ini (berhaji) cita-cita luar biasa, karena khususnya umat Islam begitu lahir selalu diberikan harapan oleh orang tua untuk beribadah haji. Maka kita semua merasakan betul apa lagi waiting list selama puluhan tahun. Mari kita ambil hikmahnya dan kita berdoa mudah mudahan dengan ditundanya (haji) ini tidak mengurangi sama sekali makna niat kita untuk melaksanakan ibadah haji," jelasnya.