Sabtu 10 Jul 2021 14:29 WIB

Pakistan Larang Perjalanan Udara Bagi Orang Belum Vaksinasi

Pakistan merekomendasikan untuk melarang orang yang belum vaksinasi

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Jenazah pasien COVID-19 dipindahkan dari rumah sakit transplantasi hati yang telah diubah untuk pengobatan pasien COVID-19, di Rawalpindi, Pakistan, Rabu (28/4). Pakistan mencatat lebih dari 200 kematian akibat virus corona dalam 24 jam terakhir untuk pertama kalinya sejak merebaknya pandemi. Gelombang ketiga pandemi di negara berpenduduk 220 juta orang itu ternyata lebih parah dari yang sebelumnya, dengan 201 orang tewas dalam 24 jam terakhir, melampaui rekor sebelumnya 157 kematian harian yang tercatat pekan lalu.  EPA-EFE/SOHAIL SHAHZAD
Foto: EPA-EFE/SOHAIL SHAHZAD
Jenazah pasien COVID-19 dipindahkan dari rumah sakit transplantasi hati yang telah diubah untuk pengobatan pasien COVID-19, di Rawalpindi, Pakistan, Rabu (28/4). Pakistan mencatat lebih dari 200 kematian akibat virus corona dalam 24 jam terakhir untuk pertama kalinya sejak merebaknya pandemi. Gelombang ketiga pandemi di negara berpenduduk 220 juta orang itu ternyata lebih parah dari yang sebelumnya, dengan 201 orang tewas dalam 24 jam terakhir, melampaui rekor sebelumnya 157 kematian harian yang tercatat pekan lalu. EPA-EFE/SOHAIL SHAHZAD

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD - - Badan tertinggi Pakistan yang mengawasi respons pandemi merekomendasikan untuk melarang orang yang belum vaksinasi Covid-19  melakukan perjalanan jalur udara, Jumat (9/7).  Aturan itu akan mulai diterapkan pada 1 Agustus.

Bimbingan oleh Pusat Komando dan Operasi Nasional (NCOC) akan membutuhkan persetujuan pemerintah federal. Desakan ini datang ketika kepemimpinan negara itu memperingatkan gelombang keempat pandemi dan varian virus yang berbahaya, termasuk varian Delta, telah terdeteksi.

NCOC menyatakan, pedoman baru untuk mengekang penyebaran virus menjelang liburan Idul Adha akhir bulan ini akan segera diumumkan. Lembaga ini mengatakan varian Delta, Beta, dan Alpha dari virus korona telah terdeteksi di Pakistan sejak Mei.

Pelajar di atas 18 tahun akan diminta untuk mendapatkan vaksin pada 31 Agustus. Sedangkan pemesanan hotel dan perjalanan untuk turis di dalam negeri juga sekarang akan memerlukan bukti vaksinasi.

 

"Dua minggu yang lalu saya men-tweet bahwa model kecerdasan buatan kami menunjukkan kemungkinan munculnya gelombang ke-4. Sekarang ada tanda-tanda awal yang jelas dari dimulainya gelombang ke-4," kata menteri yang bertanggung jawab mengawasi operasi anti-Covid-19, Asad Umar.

Pada Kamis, Perdana Menteri Imran Khan mengatakan langkah-langkah baru akan diambil sebagai tanggapan atas kemunculan varian Delta.  "Setelah penurunan, kasus meningkat lagi dan kami khawatir bahwa kasus varian India juga dilaporkan di Pakistan," kata Khan dalam pidato yang disiarkan televisi.

Khan mengesampingkan penguncian nasional yang ketat. Namun, dia meminta masyarakat untuk mengikuti pedoman jarak sosial, memakai masker, dan divaksinasi.

Pakistan melaporkan 1.737 kasus baru pada Kamis, dengan 25 kematian baru. Sebanyak 969.476 kasus dan 22.520 kematian telah dicatat di negara itu sejauh ini.  Sebanyak 14,7 juta orang di negara itu telah divaksinasi sebagian dan 3,5 juta divaksinasi penuh.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement