KH Mas Alawi, Sosok di Balik Nama NU (III)

Jumat , 20 Aug 2021, 03:34 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama

Kabar ini sampai ke pihak keluarga di Tanah Air. Mereka sempat kecewa. Sebab, waktu itu ada kesan bahwa mengikuti bekerja di kapal sarat dengan kegiatan negatif. Di atas kapal, ada perjudian, zina, mabuk, dan tindak asusila lainnya.

 

Terkait

Sejak itu, keluarga Kiai Mas Alwi di Indonesia mengeluarkannya dari silsilah keluarga. Bahkan, ada rencana mengusirnya dari rumah begitu kembali pulang. Setelah sekian lama, ia pun berhasil mendapatkan jawaban dari kegelisahannya. 

Setiba di Tanah Air, orang-orang banyak mengucilkannya. Tidak hanya tetangga, tapi juga para sahabat dan rekan sejawatnya. Tak patah arang, Kiai Mas Alwi kemudian membuka warung kecil di Jalan Sasak, dekat wilayah Ampel, Surabaya. 

Setelah mengetahui Mas Alwi pulang, Kiai Ridlwan pun mengunjungi warungnya pada suatu hari. "Kenapa sampeyan datang ke sini , Kang? Nanti sampeyan dicuci pakai debu sama para kiai lain, sebab warung saya ini sudah dianggap najis mughalladzah? kata Kiai Mas Alwi.

"Dik Mas Alwi, sebenarnya apa yang sampeyan lakukan sampai pergi berlayar ke Eropa? tanyanya.

"Begini Kang Ridlwan. Saya ingin memahami, apa sih sebenarnya Renaisans itu? Lah, Dik Mansur (KH Mas Mansur Red) mendatangi Mesir untuk mempelajari Renaisans, itu salah. Sebab, tempatnya ada di Eropa," jawabnya.