Debut Atlet Paralimpiade Afghanistan Usai Evakuasi Rahasia

Ahad , 05 Sep 2021, 00:41 WIB Reporter :Rizky Suryarandika/ Redaktur : Esthi Maharani
 Zakia Khudadadi
Zakia Khudadadi

IHRAM.CO.ID, CHIBA -- Atlet taekwondo Afghanistan Zakia Khudadadi berkompetisi di Paralympic Games pada Kamis (2/9). Ia menjadi wanita Afghanistan pertama yang melakukannya sejak Paralympic Games Athena 2004.

 

Terkait

Khudadadi mampu berkompetisi bukan hanya berkat kemampuannya. Ia sukses ikut Paralympic Games setelah upaya rahasia internasional untuk membantunya keluar dari Afghanistan yang dikuasai Taliban.

Wanita berusia 22 tahun dan rekan senegaranya Hossain Rasouli tiba di Tokyo pada Sabtu lalu melalui Paris. Sebelumnya, Khudadadi membuat video permohonan bantuan untuk meninggalkan Kabul setelah Taliban berkuasa.

Pada Kamis (2/9), Khudadadi memasuki arena kompetisi Makuhari Messe di Chiba, dekat Tokyo. Ia tampil dengan mengenakan jilbab putih untuk pertandingan pembukaan debut di Paralympic Games. Khudadadi menjadi wanita kedua yang bersaing untuk Afghanistan di Paralimpiade, yang dimulai pada tahun 1960.

Khudadadi, yang akan bertanding di babak repechage pada Kamis nanti, tidak berbicara kepada wartawan. Baik dia dan Rasouli telah menyatakan keinginan untuk tidak berbicara kepada media. Atlet lari Rasouli bertanding dalam lompat jauh pada Selasa nanti.

Alison Battisson dari LSM HAM yang terlibat dalam evakuasi mereka, mengatakan bahwa Australia telah memberi mereka visa kemanusiaan. Tidak segera diketahui apa yang akan dilakukan para atlet setelah Olimpiade.

Pasangan itu tidak dapat melakukan perjalanan seperti yang dijadwalkan setelah ribuan orang bergegas ke bandara Kabul, berusaha melarikan diri dari negara itu. Mengingat kekacauan itu, para pejabat Paralimpiade awalnya mengatakan mereka tidak akan datang ke Olimpiade.

Taliban mengklaim akan menghormati hak-hak perempuan dan mengizinkan mereka bekerja dan belajar "dalam kerangka Islam". Tetapi banyak orang Afghanistan skeptis dengan janji itu.

Selama pemerintahan 1996-2001, Taliban menghentikan perempuan dari bekerja. Anak perempuan tidak diizinkan pergi ke sekolah dan perempuan harus memakai burqa untuk pergi keluar dan hanya jika ditemani oleh kerabat laki-laki.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini