Pemimpin Iran: Persatuan Islam Itu Kewajiban Dalam Alquran

Senin , 25 Oct 2021, 06:34 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

IHRAM.CO.ID, TEHRAN -- Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengingatkan umat Islam di seluruh dunia agar bersatu. Persatuan ini dinilai merupakan kewajiban yang tertulis dalam Alquran.

 

Terkait

"Jika umat Islam bersatu, mereka menambah kekuatan satu sama lain. Mereka semua menjadi kuat. Persatuan umat Islam adalah kewajiban Alquran yang pasti," kata Ayatollah Ali Khamenei dikutip di MEHR News, Ahad (24/10).

Dalam kesempatan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Imam Shadiq, para peserta Konferensi Internasional Persatuan Islam, kepala tiga cabang pemerintahan (yudikatif, eksekutif, dan legislatif), bersama rombongan pejabat bertemu Ayatollah Khamenei, di Imam Khomeini Hussainiyyah.

Di awal sambutannya saat pertemuan tersebut, Ayatollah Khamenei mengucapkan selamat kepada para hadirin dan seluruh umat Islam atas Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengatakan kelahiran Rasulullah memulai era baru kehidupan manusia.

"Kelahiran Nabi sebenarnya adalah awal dari sebuah era baru kehidupan manusia. Ini adalah kabar baik, era baru kehendak Ilahi dan dimulainya berkah Ilahi bagi umat manusia," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menggambarkan Nabi Muhammad sebagai manusia terhebat yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan diangkat sebagai utusan.

Tak hanya itu, Ayatollah Khamenei mengatakan persatuan di antara umat Islam harus selalu dijaga sebagai strategi dibandingkan taktik semata, berdasarkan ajaran Alquran.

"Persatuan umat Islam bukanlah masalah taktik yang menurut sebagian orang harus dipertahankan untuk sementara waktu karena keadaan tertentu, melainkan masalah prinsip," ujar dia.

Sinergi antar umat Islam disebut diperlukan. Jika umat Islam bersatu, mereka saling menambah kekuatan dan dalam posisi yang kuat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini