4 Ilmuwan Muslim Berpengaruh

Kamis , 11 Nov 2021, 05:05 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
ilmuwan Muslim
ilmuwan Muslim

1. Ibnu Sina

 

Terkait

Ibnu Sina adalah salah satu ilmuwan Muslim terbesar yang pernah hidup.  Dia sangat mahir dalam keterampilannya sehingga dia menguasai studi Alquran dan berbagai ilmu dengan baik pada usia 10 tahun. Ibnu Sina adalah dokter, filsuf, ensiklopedis, matematikawan, dan astronom paling terkenal pada masanya.

Kedokteran berhutang budi kepada Ibnu Sina atas bukunya yang berjudul al-Qanun fil-Tibb, yang dikenal di barat sebagai 'Canon'. Buku ini, The Qanun fil-Tibb, adalah ensiklopedia besar kedokteran yang memiliki lebih dari satu juta kata. Buku ini ditulis setelah mensurvei pengetahuan medis kuno dan Muslim yang tersedia pada saat itu.   

Buku ini memiliki pendekatan yang sistematis dan formal dan juga memiliki nilai intrinsik, itulah sebabnya buku ini lebih unggul dari karya-karya serupa lainnya dan tetap tertinggi selama enam abad. Al Qanun tidak hanya kompilasi tetapi juga kaya dengan kontribusi asli penulis. Beberapa temuan yang terdapat dalam buku tersebut antara lain:

- Menyadari bahwa phthisis dan tuberkulosis menular

- Menemukan distribusi penyakit melalui air dan tanah

- Menemukan hubungan antara psikologi dan kesehatan

Buku tersebut menjelaskan metode farmakologi dan juga 760 obat dan dianggap sebagai 'materia medica' paling otentik pada masa itu.

Ibnu Sina adalah orang pertama yang pernah menggambarkan meningitis dan memberikan kontribusi yang kaya untuk anatomi, ginekologi dan kesehatan anak. Dia juga menulis ensiklopedia filosofis yang disebut Kitab al-Shifa dan mewujudkan pengetahuan yang luas dari filsafat hingga sains.