Hadang Laju Omicron, Inggris Sarankan Vaksinasi Dosis Ketiga

Senin , 13 Dec 2021, 17:14 WIB Reporter :Lintar Satria/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga dinilai bisa menekan penyebaran Covid-19. Ilustrasi
Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga dinilai bisa menekan penyebaran Covid-19. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, LONDON – Angka penyebaran virus korona varian Omicron 'fenomenal'. Karena itu masyarakat harus menerima dosis vaksin tambahan sebab dua dosis vaksin masih rentan terinfeksi varian tersebut. 

 

Terkait

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, mengatakan walaupun Inggris belum mengkonfirmasi kasus kematian virus korona yang disebab Omicron.

Tapi kemungkinan 40 persen kasus positif Covid-19 di London merupakan infeksi Omicron. Javid menambahkan bila pemerintah tidak segera bertindak maka layanan kesehatan akan kewalahan. 

"Apa yang kini kami ketahui tentang Omicron adalah angka penyebarannya fenomenal, sesuatu yang tidak pernah kami lihat sebelumnya, ini melipatgandakan infeksi setiap dua atau tiga hari," kata Javid pada Sky News, Senin (13/12). 

"Artinya kami menghadapi gelombang pasang infeksi, sekali lagi kami berlomba antara vaksin dengan virus," tambahnya. 

Sebelumnya  dokter yang menangani pasien Covid-19 di Afrika Selatan, Dr  Unben Pillay mengatakan ia memang menangani lusinan pasien sakit setiap hari tapi tidak harus rawat inap. Para ilmuwan Afrika Selatan yang pertama kali mengidentifikasi varian Omicron.  

Pillay dan dokter serta pakar medis lainnya menduga gejala Covid-19 yang ditimbulkan varian Omicron lebih ringan daripada Delta, meskipun varian ini menyebar lebih cepat. “Mereka mampu melakukan perawatan di rumah. Sebagian besar telah pulih dalam periode isolasi 10 hingga 14 hari,” kata Pillay tentang pasiennya. 

"Termasuk pasien yang lebih tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan yang dapat membuat mereka lebih rentan menjadi sakit parah akibat infeksi virus corona," katanya. 

Dalam dua pekan sejak Omicron pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan, dokter lain telah berbagi cerita serupa. Semua memperingatkan butuh waktu berpekan-pekan lagi untuk mengumpulkan data yang cukup untuk memastikan pengamatan mereka dan bukti awal menawarkan beberapa petunjuk. 

Menurut Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan, hanya sekitar 30 persen dari mereka yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir yang sakit parah. Jumlah itu  kurang dari setengah tingkat seperti selama pekan-pekan pertama gelombang pandemi sebelumnya.

Rata-rata masa inap di rumah sakit untuk Covid-19 kali ini juga lebih cepat, sekitar 2,8 hari dibandingkan dengan delapan hari. 

Hanya tiga persen pasien yang dirawat di rumah sakit baru-baru ini dengan Covid-19 telah meninggal, dibandingkan sekitar 20 persen pada wabah sebelumnya di negara itu.  

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini