CEO Bandara Jeddah Dipecat

Senin , 09 May 2022, 05:30 WIB Reporter :Dian Fath Risalah/ Redaktur : Muhammad Hafil
CEO Bandara Jeddah Dipecat. Foto: Calon jamaah haji  tiba di Bandara King Abdulaziz untuk naik haji ke Mekah di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (25/7/2020).
CEO Bandara Jeddah Dipecat. Foto: Calon jamaah haji tiba di Bandara King Abdulaziz untuk naik haji ke Mekah di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (25/7/2020).

IHRAM.CO.ID,JEDDAH -- Rayan Tarabzouni resmi dicopot dari kursi CEO Jeddah Airports Company (Jedco), perusahaan pengelola Bandara Internasional King Abdulaziz atau Bandara Jeddah. Keputusan ini diambil Dewan direksi Jeddah Airports Company setelah CEO tidak bisa membereskan keruwetan di Bandara Jeddah selama sepekan ini lantaran libur Lebaran Idul Fitri dan banyaknya jemaah umrah.

 

Terkait

"Oleh karena itu, Dewan Direksi memutuskan untuk memberhentikan Rayan Tarabzouni dan menugaskan Ayman bin Abdulaziz Abu Ababa sebagai CEO Jeddah Airports Company,” dikutip dari Saudi Gazzete, Ahad (8/5/2022).

Baca Juga

Putusan ini diambil setelah Dewan mengadakan pertemuan luar biasa pada Sabtu (7/5/2022) untuk membahas tantangan yang muncul di bandara selama beberapa hari terakhir dan solusi yang diperlukan. Menurut sebuah pernyataan, pada hari Kamis (5/5), Menteri Transportasi Saudi Saleh Al-Jasser memerintahkan komite investigasi mendesak atas kekacauan di Bandara Jeddah.

Dewan berharap yang terbaik untuk Abo Abah dalam misi barunya. Abo Abah memiliki pengalaman kerja yang panjang lebih dari 28 tahun, di mana ia memegang banyak posisi kepemimpinan, termasuk wakil wakil presiden untuk operasi di Perusahaan Bandara Riyadh.

Sebelumnya, ribuan jemaah umrah yang hendak pulang ke negara masing-masing dan pelaku perjalanan internasional lainnya menumpuk dan telantar di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Media lokal Al Watan pada Selasa (3/5) melaporkan, calon penumpang menumpuk di Terminal Utara (Hall No 1) di bagian layanan bagasi tanpa adanya staf yang melayani.

Banyak pelancong mengeluh tentang apa yang terjadi dan menekankan bahwa layanan yang buruk di bandara ini masih menjadi masalah meskipun telah dibangun terminal baru yang lebih luas dan modern. Menurut mereka, kemacetan di bandara ini mendistorsi upaya yang selama ini telah dilakukan.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini