Terpilih Jadi Petugas Haji, Walkot: Panggilan Allah, Bukan Jalan-jalan    

Ahad , 22 May 2022, 08:45 WIB Reporter :Febrian Fachri / Redaktur : Nashih Nashrullah
Wali Kota Padang, Hendri Septa (tengah). Wali Kota Padang Hendri Septa terpilih sebagai petugas haji 2022
Wali Kota Padang, Hendri Septa (tengah). Wali Kota Padang Hendri Septa terpilih sebagai petugas haji 2022

IHRAM.CO.ID, PADANG— Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan dirinya ikut menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) untuk Sumatra Barat merupakan sebuah panggilan dari Allah SWT, Hendri menampik menjalankan amanah ini sebagai ajang jalan-jalan atau naik haji gratis. 

 

Terkait

"Ini panggilan Allah. Ini bukan jalan-jalan. Ada orang yang mampu, sudah siap, karena Allah tidak izinkan, tidak berangkat. Ada orang yang mampu, ada uang, berangkat. Ingat itu," kata Hendri, Sabtu (21/5/2022). 

Baca Juga

Hendri menyebut dirinya belum pasti akan diizinkan Kementerian  Dalam Negeri untuk pergi menjadi PHD dan meninggalkan tugas sebagai wali kota selama lebih kurang 40 hari. "Kan belum tahu jadi berangkat atau tidak. Kan belum ada izin dari Kemendagri," ujar Hendri. Hendri berujar kalau dirinya masih mempertimbangkan mengenai posisi wakil wali kota Padang yang masing kosong. Begitu juga posisi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.

Andai Hendri pergi, Padang terancam akan kekosongan pemerintahan. Bila tidak mendapatkan izin dari Kemendagri, ia akan menyerahkan posisi PHD ini kepada yang lain.

Hendri Septa naik menjadi Wali Kota Padang sejak 2021 lalu. Sebelumnya, Hendri adalah wakil wali kota. Ia naik jadi wali kota lantaran wali kota sebelumnya, Mahyeldi terpilih menjadi Gubernur Sumbar.

Setahun lebih menjabat wali kota, Hendri belum kunjung didampingi wakil wali kota. Sedangkan Sekda Padang, Amasrul, yang dihentikan Hendri sejak Agustus 2021 lalu juga belum ada pengganti definitif hingga kini. 

Kanwil Kemenag Sumbar sudah mengumumkan 10 orang PHD setelah proses seleksi. 10 orang itu adalah Hendri Septa, Asrat Can, Mulyadi Muslim, Solsafad, Sudarman, Ito Hadi Sista, Aidil Alfin, Ramadhani Kirana Putra, Nilma dan Muhammad Ridwan.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini