DIY Siap Berangkatkan 1.427 Jamaah Haji

Rabu , 08 Jun 2022, 17:06 WIB Reporter :Silvy Dian Setiawan/ Redaktur : Muhammad Hafil
 DIY Siap Berangkatkan 1.427 Jamaah Haji. Foto:  Jamaah haji sedang melaksanakan shalat wajib di Masjidil Haram pada musim haji 1440 H / 2019 M (Ilustrasi).
DIY Siap Berangkatkan 1.427 Jamaah Haji. Foto: Jamaah haji sedang melaksanakan shalat wajib di Masjidil Haram pada musim haji 1440 H / 2019 M (Ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,YOGYAKARTA -- Jamaah haji dari Provinsi DIY siap diberangkatkan sebanyak 1.427 jamaah. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Masmin Afif mengatakan, jamaah haji diberangkatkan setelah dua tahun ibadah haji hanya diperuntukkan bagi jamaah dari Arab Saudi akibat pandemi Covid-19.

 

Terkait

"Jamaah haji DIY, jatah kita 1.427 jamaah ditambah petugas haji daerah dan KBIH, sehingga 1.437 jamaah," kata Masmin usai melepas jamaah haji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga

Seluruh jamaah haji tersebut akan diberangkatkan dalam empat kloter atau kelompok terbang. Jadwal terbang sendiri dibagi mulai dari tanggal 18 hingga 21 Juni 2022.

"Kloter 18, 19, 20, 21 dan ada sekitar 40 jamaah kita bergabung di kloter 43 dengan jamaah haji dari Jateng. Jamaah kita akan masuk asrama haji tanggal 15, 16, 17 dan 18 Juni, kemudian 2 Juli kloter terakhir," ujar Masmin.

Masmin menuturkan, baru tahun ini Arab Saudi membuka kembali kuota haji untuk seluruh dunia meskipun dengan kuota yang tidak sampai 50 persen dari kuota 2019 lalu. Kuota untuk Indonesia sendiri mendapatkan kuota 100.051 jemaah haji dan DIY mendapatkan kuota 1.447 jamaah.

"Jamaah termuda dadi DIY umur 20 tahun," tambah Masmin.

Pihaknya sendiri juga sudah meminta agar jamaah melakukan persiapan sebelum diberangkatkan. Mulai dari mempersiapkan kesehatan agar tidak terhambat saat penerbangan ke Arab Saudi nantinya.

"Persyaratan untuk terbang nanti harus menyerahkan PCR negatif 72 jam sebelum terbang, sehingga kita sudah terus melakukan sosialisasi agar jamaah kita betul-betul bisa diberangkatkan sesuai keompok terbang yang sudah kita siapkan," jelasnya.

Masmin menyebut, penginapan jamaah asal DIY dan Jateng berada di radius kurang dari satu kilometer dari Masjidil Harram dan disediakan shuttle bus. Di Madinah, katanya, para jemaah haji juga akan berada di markaziyah yang artinya ada di sekitar Masjid Nabawi sekitar 500 meter.

"Kemarin infonya suhu disana 44-45, sehingga masyarakat diminta untuk memperbanyak minum, makan buah. Jangan sampai tidak memakai alas kaki, ini sangat berbahaya bagi jamaah kita," katanya.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X juga mengatakan, hanya sekitar 50 persen saja jemaah haji yang bisa diberangkatkan dari Indonesia, dengan aturan lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya mewajibkan negatif dari PCR dengan hasil negatif ada minimal 72 jam sebelum penerbangan, usia di bawah 65 tahun, serta vaksin Covid–19.

"Saya berharap, setibanya kembali ke rumah masing-masing, hendaklah jemaah haji kita mampu menyebarkan keberkahan di sekitarnya. Air zamzamnya, mudah-mudahan menjadi tetesan mukjizat yang menyirami kegersangan hati manusia dan menyuburkan keimanannya," kata Paku Alam X.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini