Evaluasi Haji 2022, Dirjen PHU Soroti Kesehatan Jamaah

Jumat , 26 Aug 2022, 15:14 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Dirjen PHU Kementerian Agama Hilman Latief memberikan sambutan saat peluncuran fitur Pembukaan Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) dan Pembayaran Setoran Awal Porsi Haji di Jakarta, Selasa (26/4/2022). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meluncurkan fitur Pembukaan Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) dan Pembayaran Setoran Awal Porsi Haji melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN dengan cara nasabah membayar setoran awal pendaftaran haji sebesar Rp 25.000.000 melalui aplikasi Muamalat DIN untuk mendapatkan nomor porsi yang ditentukan oleh Kementerian Agama. Republika/Putra M. Akbar
Dirjen PHU Kementerian Agama Hilman Latief memberikan sambutan saat peluncuran fitur Pembukaan Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) dan Pembayaran Setoran Awal Porsi Haji di Jakarta, Selasa (26/4/2022). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meluncurkan fitur Pembukaan Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) dan Pembayaran Setoran Awal Porsi Haji melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN dengan cara nasabah membayar setoran awal pendaftaran haji sebesar Rp 25.000.000 melalui aplikasi Muamalat DIN untuk mendapatkan nomor porsi yang ditentukan oleh Kementerian Agama. Republika/Putra M. Akbar

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M telah berakhir. Meski banyak jamaah yang mengaku puas terhadap pelayanan haji tahun ini, ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan evaluasi demi perbaikan penyelenggaraan ibadah haji. 

 

Terkait

Salah satu yang menjadi sorotan yakni dari sisi kesehatan jamaah. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama Hilman Latief menjelaskan, enam jamaah Indonesia saat ini masih sakit dan dirawat di Arab Saudi. Menurut dia, sebelumnya ada 92 jamaah Indonesia yang sakit dilaporkan sudah diberangkatkan kembali ke Tanah Air.

"Ke depannya kita mitigasi bagaimana jamaah kita bisa lebih banyak kembali ke Indonesia,” ujar dia lewat keterangan tertulis saat menghadiri acara Evaluasi Penyelenggaraan Operasional Haji Embarkasi Solo Tahun 1443 H/2022 M di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/8) lalu.  

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan, ia menyampaikan, banyak jamaah haji Indonesia yang sakit setibanya di Arab Saudi. Oleh karena itu, ia merasa perlu adanya evaluasi terkait konsumsi/katering jamaah.“Evaluasi dari Kemenkes, banyak jamaah kita yang jatuh sakit di Arab Saudi, tapi ketika masih di Indonesia penyakitnya tidak terasa atau baik-baik saja. Mungkin dari segi konsumsinya di sana perlu kita evaluasi kembali,” ucap dia.

Dia pun mengajak para peserta untuk berefleksi dan memitigasi apa yang bisa dilakukan untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kabid PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Ahyani menjelaskan, acara tersebut terselenggara sebagai bahan evaluasi Ditjen PHU dalam Rakor Evaluasi Penyelenggaraan Haji mendatang. “Sampai saat ini mungkin baru Jawa Tengah yang sudah mengadakan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,”jelas dia.

Pada Rabu (24/8),  Direktur Bina Haji Ditjen PHU Arsad Hidayat hadir membuka rapat evaluasi tersebut. Di samping itu, hadir para Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) se-Jawa Tengah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, petugas kloter, serta para petugas daerah. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini