Jumat 14 Oct 2022 17:00 WIB

12 Anak Pengungsi Banjir Pakistan Terbakar Hidup-Hidup di Dalam Bus

Korban adalah orang-orang yang selamat dari banjir di provinsi Sindh Pakistan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
 Penduduk setempat menunggu bantuan di daerah yang dilanda banjir di distrik Mirpur Khas, provinsi Sindh, Pakistan, 10 Oktober 2022. Menurut otoritas manajemen bencana, sekitar 160 jembatan dan 5.000 km (3.200 mil) jalan telah hancur atau rusak, 3,5 juta hektar tanaman terpengaruh, dan sekitar 800.000 ternak hilang. Lebih dari 33 juta orang terkena dampak banjir, kata Menteri Perubahan Iklim negara itu Sherry Rehman. 12 Anak Pengungsi Banjir Pakistan Terbakar Hidup-Hidup di Dalam Bus
Foto: EPA-EFE/REHAN KHAN
Penduduk setempat menunggu bantuan di daerah yang dilanda banjir di distrik Mirpur Khas, provinsi Sindh, Pakistan, 10 Oktober 2022. Menurut otoritas manajemen bencana, sekitar 160 jembatan dan 5.000 km (3.200 mil) jalan telah hancur atau rusak, 3,5 juta hektar tanaman terpengaruh, dan sekitar 800.000 ternak hilang. Lebih dari 33 juta orang terkena dampak banjir, kata Menteri Perubahan Iklim negara itu Sherry Rehman. 12 Anak Pengungsi Banjir Pakistan Terbakar Hidup-Hidup di Dalam Bus

IHRAM.CO.ID,  KARACHI -- Mobil yang mengangkut pengungsi banjir di Pakistan hangus terbakar di jalan raya. Sebanyak 17 orang, 12 di antaranya adalah anak-anak yang ikut terbakar hidup-hidup.

Menurut seorang pejabat kesehatan senior, sebanyak 80 orang berada di dalam bus tersebut. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari banjir di provinsi Sindh selatan Pakistan. Banjir telah merendam desa mereka di Khairpur Nathan Shah di Sindh atas.

Baca Juga

“Setidaknya 17 mayat telah ditemukan dari bus. Dari mereka, 12 adalah anak-anak, dan dua wanita dan tiga pria,” kata Qasim Soomro, sekretaris kesehatan parlemen Sindh, dilansir dari Arab News, Jumat (14/10/2022).

“Satu jenazah lagi, seorang anak, diduga masih berada di dalam bus, tapi karena jenazah sudah menyatu karena terbakar, kami tidak yakin 100 persen,” ungkapnya.

Dia mengatakan para korban banjir semuanya berasal dari komunitas yang sama dan telah berlindung di Karachi setelah banjir melanda desa mereka. Insiden itu terjadi pada malam hari, di dekat kantor polisi di kota Nooriabad.

Wakil Inspektur Polisi Nooriabad Wajid Thaheem mengatakan kepada media bahwa api, yang menghanguskan seluruh bus, diyakini disebabkan oleh korsleting pada AC kendaraan. Banjir muson, yang diperparah oleh perubahan iklim, melanda Pakistan selama berbulan-bulan. Banjir muson telah menewaskan sedikitnya 1.700 orang dan memusnahkan infrastruktur negara itu. 

PBB pekan lalu merevisi permohonan bantuan dari 160 juta dolar menjadi 816 juta dolar, yang mencerminkan besarnya bencana. Para pejabat PBB prihatin dengan kesehatan, nutrisi, air minum, tempat tinggal dan ketahanan pangan bagi sebagian besar penduduk yang telah kehilangan hasil panen, rumah, dan ternak mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement