Sebanyak 67 Situs Arkeologi Baru Terdaftar di Daftar Purbakala Nasional Arab Saudi

Senin , 05 Dec 2022, 22:20 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sejarah Arab Saudi tertulis di seni cadas (ilustrasi). Arab Saudi gencar melakukan eksplorasi situs-situs purbakala
Sejarah Arab Saudi tertulis di seni cadas (ilustrasi). Arab Saudi gencar melakukan eksplorasi situs-situs purbakala

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Komisi Warisan telah mengumumkan persetujuan untuk mendokumentasikan dan mendaftarkan 67 situs arkeologi baru di Arab Saudi dalam daftar barang purbakala Nasional. 

 

Terkait

Dilansir dari Saudi Gazette pada Ahad (4/12/2022), sebanyak 67 situs arkeologi yang baru mencakup beberapa situs arkeologi dan sejarah, menjadikan total situs yang terdaftar dalam daftar purbakala nasional menjadi 8.531 situs arkeologi di berbagai wilayah di Arab Saudi.  

Baca Juga

Wilayah Perbatasan Utara memiliki jumlah situs arkeologi terbanyak dengan 15 situs, kemudian wilayah Tabuk dengan 13 situs, diikuti Hail dengan 10 situs, Al-Jouf dengan 9 situs, Al-Qassim dengan lima situs, Riyadh dan Aseer dengan empat situs, Madinah dan Al-Baha dengan tiga situs, dan akhirnya Makkah dengan satu situs arkeologi.

Pendaftaran situs-situs ini oleh Komisi Warisan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Kepurbakalaan, Museum, dan Warisan Kota yang dikeluarkan oleh Keputusan Kerajaan No. M/3 tanggal 9/1/1436. 

Komisi bekerja untuk menemukan situs arkeologi dan sejarah di Arab Saudi, dan mendaftarkannya secara resmi di Daftar Barang Purbakala Nasional. 

Setelah proses pendaftaran, Komisi menambahkan situs-situs tersebut ke dalam peta digital yang memungkinkan mereka dengan mudah mengelola, melindungi, dan melestarikannya. 

Selain itu, membangun basis data spasial dari situs arkeologi yang terdaftar, serta melestarikan dan mendokumentasikan karya-karya yang terjadi di situs tersebut, dan juga mengarsipkan dokumen dan gambar situs warisan di Kerajaan.

Komisi telah meminta warga untuk melaporkan jika mereka menemukan situs arkeologi melalui platform Balagh. Itu juga memuji upaya warga dan menekankan peran mereka dalam melaporkan situs arkeologi dengan bekerja sama dengan kantor dan cabangnya di berbagai daerah, yang membantu mereka dengan mudah mencapai situs dan mendaftarkannya.

 

Sumber: saudigazette 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini