Senin 17 Apr 2023 13:00 WIB

Ulama Nigeria Ingatkan Muslim Jangan Pinjam Uang untuk Haji

Berangkat haji dari utang diingatkan ulama Nigeria sebaiknya dihindari.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil
Ulama Nigeria Ingatkan Muslim Jangan Pinjam Uang untuk Haji. Foto:   ilustrasi Jamaah Haji Nigeria
Foto: EPA-EFE/MIKE NELSON
Ulama Nigeria Ingatkan Muslim Jangan Pinjam Uang untuk Haji. Foto: ilustrasi Jamaah Haji Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID,LAGOS -- Seorang ulama Muslim Nigeria, Sheik Ibrahim Yusuf, mengingatkan dan mendesak umat Islam untuk tidak mengambil pinjaman dengan tujuan mengunjungi Tanah Suci. Ia menyebut tindakan ini bertentangan dengan perintah agama.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Kuliah Ramadhan, yang diselenggarakan oleh Jaringan Wanita Muslim Profesional pada Ahad (16/4/2023) kemarin di Lagos.

Baca Juga

Ulama dalam kegiatan ceramah bertajuk “Islam adalah Agama yang Lengkap” ini mengatakan, tidak perlu bagi umat Islam untuk meminjam atau mengambil hutang selama Ramadhan atau menunaikan haji.

"Sudah menjadi norma di masyarakat saat ini, bahwa orang ingin melakukan lebih dari kemampuannya untuk tujuan pamer," kata dia dikutip di Vanguard Nigeria, Senin (17/4/2023).

 

Ia lantas mengatakan bahwa tidak ada yang baru dalam Islam, karena agama ini lengkap dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Adapun tindakan pamer tersebut bertentangan dengan perintah Islam.

Sheikh Ibrahim juga menyebut banyak orang saat ini mengalami hipertensi, karena mereka mengambil pinjaman dari bank keuangan mikro dan tidak dapat membayar kembali.

“Untuk beribadah kepada Allah atau pergi haji, itu tidak wajib. Ini bersifat sukarela. Jangan mengambil pinjaman karena itu. Hal ini tidak dapat diterima," lanjut dia.

Islam sebagai agama tidak mewajibkan ibadah haji ini bagi siapa pun di luar kemampuannya. Karena itu, ia menyebut Islam adalah agama yang damai dan lengkap.

Dalam Islam terdapat lima rukun yang harus dipatuhi oleh setiap muslim. Rukun yang dimaksud adalah tidak ada Tuhan selain Allah, shalat lima waktu, rajin membayar zakat, berpuasa selama Ramadhan, serta mengunjungi Tanah Suci (Makkah).

“Kunjungan ke Tanah Suci merupakan salah satu rukun, namun tidak wajib. Itu sukarela jika Anda memiliki sumber daya (mampu),” kata ulama itu.

Dia pun mendesak semua Muslim yang melewatkan puasa apa pun selama Ramadhan untuk membayarnya sesuai ketentuan. Puasa ini tidak diwajibkan bagi seseorang yang sedang sakit, musafir, hamil, ibu menyusui, serta jika lanjut usia (lansia).

Meski seorang Muslim tidak diharapkan berpartisipasi dalam puasa jika termasuk dalam kategori-kategori di atas, ia tetap mengingatkan untuk mencari waktu di kemudian hari dan mengganti hari-hari yang terlewatkan.

“Jangan memaksakan diri untuk beribadah kepada Allah. Banyak orang telah menderita hipertensi karena pinjaman dan stres. Jika Tuhan berkata Anda akan pergi ke Tanah Suci, Anda akan melakukannya," lanjut dia.

Tidak hanya itu, Sheikh Ibrahim lantas mendesak umat Islam untuk mengabdikan diri pada doa, sedekah dan Zakat, bahkan setelah Ramadhan. Ramadan yang datang hanya setahun sekali, harus dimanfaatkan untuk beribadah dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Masa bulan suci Ramadhan digambarkan sebagai momen untuk mendisiplinkan diri, yang diharapkan terus dilakukan oleh setiap Muslim setelah Ramadhan.

Hajia Rafat Salami, salah satu penyelenggara, mengatakan kegiatan ceramah ini diselenggarakan untuk mendidik umat Islam tentang kewajiban mereka selama dan setelah Ramadhan.  

Sumber:

https://www.vanguardngr.com/2023/04/ramadan-dont-take-loans-to-perform-hajj-cleric-urges-muslims/

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement