Selasa 23 May 2023 19:16 WIB

Kloter Pertama Asal Lampung Berangkatkan 385 Calon Jamaah Haji

Calhaj Lampung didominasi jamaah lanjut usia.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Lampung antre untuk pemeriksaan barang bawaan sebelum memasuki Asrama Haji Lampung, Lampung, Ahad (5/6/2022). Kloter Pertama Asal Lampung Berangkatkan 385 Calon Jamaah Haji
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Lampung antre untuk pemeriksaan barang bawaan sebelum memasuki Asrama Haji Lampung, Lampung, Ahad (5/6/2022). Kloter Pertama Asal Lampung Berangkatkan 385 Calon Jamaah Haji

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sebanyak 385 orang calon jamaah haji (Calhaj) yang tergabung dalam kloter pertama dari Lampung akan berangkat ke Tanah Suci. Ratusan jamaah tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Utara dan telah tiba di Asrama Haji Komplek Islamic Center, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (23/5/2023).

Calhaj didominasi jamaah lanjut usia. Setibanya di Asrama Haji, para jamaah mendapatkan Surat Panggilan Masuk Asrama, lalu melakukan cek kesehatan. Setelah diberikan gelang tangan, jamaah mendapatkan paspor, tiket pesawat, dan living cost.

Baca Juga

 

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Puji Raharjo mengatakan untuk kloter pertama asal Lampung sebanyak 385 orang calhaj berasal dari Kabupaten Lampung Utara, yang berangkat pada Selasa (23/5/2023).

“Mereka didampingi lima orang petugas haji yakni TPHI, TPIHI, dokter, dan paramedis,” kata Puji, Selasa (23/5/2023).

Dia mengatakan, selain 385 orang calhaj asal Kabupaten Lampung Utara, keberangkatan selanjutnya berasal dari Kabupaten Lampung Barat pada Kamis (25/5/2023), Lampung Tengah 26 Mei 2023, Kota Bandar Lampung 27 Mei 2023, Lampung Timur 28 Mei 2023, Tanggamus 29 Mei 2023, Lampung Tengah 30 Mei 2023, dan Bandar Lampung 1 Juni 2023.

Puji mengatakan calhaj musim haji tahun ini rata-rata didominasi jamaah lansia. Untuk itu, kepada petugas haji (TPHI, TPIHI, dokter, dan paramedis), untuk benar-benar dapat melayani jamaah dengan yang terbaik dan maksimal.

Menurut dia, jamaah lansia memang harus mendapatkan pelayanan terbaik dari petugas haji di Tanah Suci. Kepada petugas haji, ia berharap jadikan jamaah lansia sebagai orang tua sendiri, dimana anak melayani orang tuanya sendiri yang sudah banyak kekurangan baik fisik maupun psikis.

Selain jamaah lansia, Puji mengatakan petugas haji juga memberikan pelayanan terbaiknya kepada jamaah yang difabel. Kepada kedua kategori jamaah tersebut, petugas haji dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan istimewa dengan sabar dan ikhlas.

Jamaah lansia dan difabel sebagai tamu Allah SWT, menjadi perhatian khusus bagi petugas haji selama di Tanah Suci. Puji menyatakan, petugas haji harus kerja ekstra keras untuk melayani tamu Allah dari kalangan lansia dan difabel. “Petugas haji harus aktif dan peduli dan selalu menanyakan kebutuhan jamaah tersebut,” ujarnya.

Yuna (60 tahun), jamaah asal Lampung menyatakan sudah siap berangkat dan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci selama sebulan lebih. Menurut dia, penantian panjang bisa berangkat haji jauh sebelum Covid-19 menyerang Indonesia.

“Saya sempat tertunda berangkat haji karena Covid-19. Sekarang sudah giliran waktunya berangkat, biaya haji naik, semua ini harus dihadapi dengan sabar,” kata Yuna, yang berangkat bersama suaminya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement