REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Dua Masjid suci di Makkah dan Madinah siap menyambut jutaan jamaah haji.
Kepala Kepresidenan Umum Dua Masjid Suci Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais mengatakan panitia telah menyiapkan sejumlah rencana bagi jamaah haji. Hal yang termasuk dalam rencana itu antara lain pendidikan dan konseling bagi jamaah.
Dilansir dari Arab News, Jumat (27/9), Al-Sudais mengatakan Masjid Nabawi dan alun-alun di sekitarnya seluas 265 ribu meter persegi telah ditutup 10 ribu karpet. Sebanyak 10 ribu lampu sorot juga dipasang tersebar di setiap sudut di tiga lantai.
Dia menambahkan tahun ini panitia merekrut 5.300 pekerja musiman untuk memperlancar ibadah haji di Masjid Nabawi. Mereka bekerja 24 jam dengan shift.
Al-Sudais mengatakan ia telah menugaskan departemen terpisah untuk menjamin kelancaran acara dan mengatasi masalah yang mungkin saja muncul. Departemen tersebut berkoordinasi dengan departemen pemerintah. Mereka secara rutiin juga harus membuat laporan kegiatan.
Menurutnya, sejumlah sheikh, ulama dan guru akan membantu para jamaah melaksanakan ibadah haji. Pihak berwenang, seperti Komisi Promosi Kebajikan dan Pencegahan Maksiat akan membagikan Alquran, pamflet dan petunjuk pelaksanaan. Dia juga mengatakan pramuka perempuan akan diterjunkan membantu jamaah.
Titik pembagian air zamzam berada di dalam dan di luar Masjidil Haram. Kendaraan bagi jamaah berkebutuhan khusus akan disediakan.
Petuugas akan memonitor pintu masuk dua Masjid untuk memastikan makanan tidak dibawa masuk sehingga kebersihan tetap terjaga. Departemen pemerintah menyediakan layanan Administrasi Umum Proyek dan Studi, administrasi publik dan tim manajemen perawatan dan operasional.
Departemen khusus bertanggung jawab merawat pendingin ruangan, sistem audio, sistem kontrol. alat komunikasi dan eskalator.




