Jumat 05 Sep 2014 22:38 WIB

Berburu Haji Mabrur (2)

Rep: Hannan Putra/ Red: Chairul Akhmad
Jamaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi.
Foto: Republika/Yogi Ardhi/ca
Jamaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Indikator haji mabrur lainnya, yakni membiasakan ikhlas atas segala sesuatu yang dilakukan. Selain itu, hendaklah jamaah haji memperkokoh tauhidnya kepada Allah.

“Kalau kita lihat, inti dari ucapan talbiyah labbaikallahumma labbaik itu semuanya tauhid. Jadi, sudah semestinya tauhid itu kita perdalam dan yakini di hati. Jangan hanya sebatas ucapan saja,” kata Kiai Ahmad.

Selama menunaikan haji, seorang hujjaj (jamaah haji) hendaklah senantiasa mengisi hari-harinya dengan zikir. Di samping ucapan talbiyah yang memang disunahkan, masih banyak zikir lainnya yang perlu diperbanyak.

Demikian juga, dianjurkan untuk banyak berdoa karena waktu haji termasuk salah satu waktu terbaik dan makbul untuk berdoa.

Demikian juga, dengan bersedekah. Kiai Ahmad menyarankan agar setiap hari seorang hujjaj membiasakan dirinya dengan bersedekah. “Biasakan bersedekah walaupun sedikit, tapi usahakan setiap hari ada selama di sana,” ujarnya berpesan.

Perjalanan haji adalah perjalanan sakral yang penuh dengan hikmah. Jangan sampai perjalanan tersebut terbuang sia-sia apalagi dirusak dengan perilaku maksiat. Hendaklah seseorang menahan diri dan sabar selama prosesi haji berlangsung.

“Mulai dari keluar rumah sampai kembali, itu semua hendaknya dalam ridha Allah. Jaga hati, jangan sampai ada kesal. Misalkan, ketika pesawat delay dan lainnya, itu semua berada dalam ibadah,” kata Kiai Ahmad.

Ganjaran pahala berlipat-lipat telah menunggu seorang hujjaj. Bayangkan saja, shalat sunah di Masjidil Haram saja bernilai 100 ribu kali lipat dibanding shalat di masjid-masjid lain.

“Karena pahalanya berlipat, godaannya juga sangat berat. Banyak jamaah yang hanya shalat di Hilton dengan beranggapan itu masih kena (masih terhitung shalat di Masjidil Haram). Malasnya minta ampun. Jadi, kewajiban bagi pembimbing haji untuk terus memotivasi jamaahnya. Mumpung masih di sana, manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk ibadah,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement