REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Kerajaan Saudi Arabia (KSA) ihwal dugaan adanya jamaah asal Jabar yang hilang atau wafat. Langkah itu dilakukan Aher yang juga amirul hajj Jabar, menyusul tragedi Mina yang menewaskan 717 jamaah dari berbagai negara.
Melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Aher -- sapaan Ahmad Heryawan, juga menyatakan pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pimpinan Daker di Makkah serta KSA. Info yang diterima dari kloter 61 asal Jabar, ada jamaah dinyatakan belum pulang ke makhtabnya. Sementara itu, sebanyak 55 jamaah lainnya dilaporkan belum ada kabar beritanya. Saksi mata dari kloter tersebut melihat ada 11 (jamaah) yang wafat dari kloter yang sama.
" Itu saja, kita sedang tunggu terus berita resmi dari daker dan KSA," sebut Aher , Jumat (25/9).




