Senin 28 Sep 2015 18:23 WIB
Insiden Mina

Pengawasan Rombongan Jamaah di Armina Diminta Dimaksimalkan

Rep: C16/ Red: Didi Purwadi
Jamaah haji berdoa usai melempar Jumrah Wusto di Jamarat, Mina
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Jamaah haji berdoa usai melempar Jumrah Wusto di Jamarat, Mina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI), Choli Nafis, menilai pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sejauh ini sudah melakukan antisipasi dengan baik dalam penyelenggaraan haji.

"Saya pikir pemerintah sudah mengantisipasi dengan baik. Tetapi dengan jumlah jamaah haji yang mencapai 4 juta orang akan dirasa sangat sulit," kata Choli saat dihubungi Republika.co.id, Senin (28/9).

Belajar dari insiden berdesak-desakkan di Mina, menurut Choli, yang perlu dilakukan khusus pelaksanaan haji di Armina adalah memperkecil lingkup pengawasan rombongan dalam setiap regu. Choli menilai setiap regu yang terdiri dari 20 jamaah akan menyulitkan ketua regu dalam melakukan pengawasan terhadap anggota regunya.

Choli menyaranakan agar setiap regu hanya terdiri dari 7-9 orang jamaah agar lebih mudah untuk diawasi. Hal tersebut perlu diperhatikan karena jumlah jamaah di Armina sangat banyak dengan menggunakan warna pakaian yang sama putih.

"Rombongan bisa diperkecil. Formasi 1 orang memimpin 20 jamaah seperti saat ini akan sangat sulit untuk pengontrolannya," ujar Choli.

Menanggapi banyaknya jamaah yang hilang dan belum kembali ke pemondokan, Choli menyarankan agar petugas lebih aktif menyusuri para jamaah. Di zaman teknologi ini, petugas bisa memanfaatkan handphone untuk berkomunikasi dengan para jamaah. Petugas bisa memberikan kontak yang bisa dihubungi oleh jamaah ataupun sebaliknya.

Menurut Choli, hal tersebut perlu dilakukan karena memang banyak jamaah yang tersesat di Mina selama berjam-jam bahkan berhari-hari. "Pemerintah perlu menyiapkan sistemnya. Sehingga, apabila ada yang menghilang petugas tidak hanya menunggu tetapi bisa menghubungi dan menjemput jamaah yang belum kembali ke pemondokan," kata Choli.

Kedepannya, Choli berharap pemerintah lebih cepat mengidentifikasi para korban tragedi Mina. Sehingga, masyarakat terutama para keluarga korban yang ditinggalkan bisa mendapatkan informasi yang pasti dan tidak simpang siur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement