Ahad 04 Oct 2015 15:01 WIB

98 Persen Kuota Terserap Jamaah yang Belum Berhaji

Rep: Ratna Puspita/ Red: Esthi Maharani
Jamaah Haji
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Jamaah Haji

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Agama menyatakan 98 persen kuota terserap untuk jamaah yang belum pernah berhaji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ini sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, yaitu prioritas kursi diberikan kepada jamaah yang belum berhaji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil menyatakan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menunjukkan sebanyak 152.054 jamaah yang berangkat ke tanah suci belum pernah berhaji. Jumlah itu setara 98,45 persen dari total jamaah yang berangkat dari tanah air.

"Jumlah jamaah yang berangkat ke tanah suci sebanyak 154.454. Dari jumlah itu, yang belum berhaji 152.054 jamaah dan yang sudah berhaji hanya sekitar 1,55 persen atau sebanyak 2.400 orang," kata dia, Ahad (4/10).

Djamil menyatakan ini merupakan realisasi kebijakan Kementerian Agama bhawa prioritas porsi diberikan kepada yang belum berhaji. Alokasi porsi juga sangat ketat. Dia menerangkan, pelunasan tahap pertama diberikan kepada mereka yang belum berhaji.

Hingga detik terakhir pelunasan tahap pertama, Djamil menyatakan, ada 92 persen jamaah belum berhaji yang terdaftar berangkat pada penyelenggaraan tahun ini. Pelunasan tahap selanjutnya diberikan kepada jamaah lanjut usia, sudah pernah berhaji, dan penggabungan suami-istri.

Djamil menyatakan Kemenag akan terus mendistribusikan porsi kepada jamaah yang belum berhaji. Ini untuk mengatasi kuota haji yang tidak berimbang dengan jumlah masyarakat yang ingin berhaji.

Menurut dia, lama antrean berangkat haji hingga puluhan tahun di sejumlah daerah di Indonesia. "Antrean mencapai 30 tahun di salah satu kabupaten di sulsel. Ada yang 20 tahun," kata dia.

Dia juga mengimbau masyarakat yang sudah berhaji untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang belum berhaji. Jamaah yang sudah berhaji sebaiknya merelakan porsinya atau memanfaatkan berangkat ke tanah suci melalui jalur umrah.

Rangkaian ibadah haji di Arab Saudi sudah berakhir pada Senin (28/10) pekan lalu. Sebagian jamaah Indonesia yang tergabung dalam gelombang pertama sudah pulang ke tanah air. Sebagian lainnya berangkat menuju Madinah untuk melakukan ibadah Arbain, yaitu shalat wajib 40 waktu  berturut-turut di Masjid Nabawi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement