Kamis 08 Oct 2015 14:54 WIB

Janirro Dinyatakan Korban Wafat Crane

Petugas Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9).   (Reuters/Stringer)
Petugas Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9). (Reuters/Stringer)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ratna Puspita dari Tanah Suci

MAKKAH -- Teka-teki mengenai Janirro Siregar binti Gadumbang berakhir. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyatakan jamaah asal Kelompok terbang (Kloter) MES 09 Embarkasi Medan itu sebagai korban wafat peristiwa robohnya mobile crane di Masjidil Haram, Makkah, 11 September 2015.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan suami Janirro dan saksi-saksi sudah membuat surat kesaksian yang menyatakan Janirro berada di tempat terjadinya kecelakaan crane di pinggir area tawaf. "Janirro berada di dekat jamaah lain yang meninggal dunia," kata dia, Kamis (8/10).

Janirro berangkat shalat bersama empat rekannya ke Masjidil Haram, 11 September 2015. Kelimanya shalat bersama empat orang dari MES 9 di area sejurus dengan makam Ibrahim ketika kejadian.

Janirro duduk di sisi paling kanan, tepat di sebelah Masnauli Sijuadil Hasibuan. Masnauli dinyatakan wafat pada kejadian itu. Dua orang di sebelah kiri Masnauli mengalami cedera, sedangkan satu lainnya selamat.

Kendati demikian, Arsyad menyatakan, tim identifikasi bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia masih akan menentukan jenazah Janirro dari beberapa jasad yang sudah tidak utuh di Pemulasaraan Jenazah Al Muasiaim. "Perlu dipastikan mana yang merupakan Janirro," kata dia.

Arsyad menyatakan, jasad tersebut sudah dimakamkan. Namun, Pemulasaraan Jenazah Al Muaisim sudah mengambil sampel DNA sebagai data postmortem. Data setelah kematian (postmortem) itu akan menjadi data pembanding untuk dicocokan dengan sampel DNA keluarga Janirro.

Ketua Tim DVI yang berada di Arab Saudi Komisaris Besar dr Muhammad Mas'udi menyatakan data antemortem yang digunakan, yaitu sampel DNA anak Janirro, kakak kandung Janirro, dan suami Janirro. "Tadi pagi sudah diambil sampel DNA keluarganya," ujar dia.

Mas'udi menyatakn tim DVI Mabes Polri akan berupaya mempercepat pemeriksaan DNA Janirro. Pemeriksaan DNA sebenarnya tidak berlangsung lama. "Tapi, proses pengecekannya itu bisa satu sampai dua pekan, yang jelas secepatnya kami upayakan selesai," kata dia menerangkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement