Rabu 24 Aug 2016 10:24 WIB

Umbul-Umbul Jadi Terminal Tempat Menanti Bus Shalawat

Rep: Didi Purwadi/ Red: Achmad Syalaby
Menag meninjau fasiltas penginapan dan bus shalawat di Makkah, Arab Saudi, Senin (13/7).  Sumber: Humas Kementerian Agama
Foto: Humas Kemenag
Menag meninjau fasiltas penginapan dan bus shalawat di Makkah, Arab Saudi, Senin (13/7). Sumber: Humas Kementerian Agama

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Ada sesuatu yang unik pada tampilan halte bus shalawat. Bentuknya tidak seperti halte-halte yang umumnya dibuat permanen, tapi bentuk halte bus salawat hanyalah berupa umbul-umbul. 

Bus shalawat merupakan bus yang mengantarkan jamaah haji dari tempat pemondokan ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Jamaah biasanya menunggu bus shalawat di halte bus shalawat yang berupa umbul-umbul.”Ini hanya sebagai penanda tempat pemberhentian bus shalawat,’’ kata petugas transportasi salawat Daker Makkah, Baharuddin, di Halte 604 yang berada di Hotel Rehhal Mina, Sysiah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/8).

Umbul-umbulnya dipasang di depan pemondokan jamaah. Ada dua umbul-umbul yang dipasang berjarak sekitar dua meter. Di atas umbul-umbulnya dipasang bendera Indonesia dan bendera Arab Saudi. Bendera Merah Putih dipasang di sebelah kanan, bendera Arab Saudi dipasang di sebelah kiri. Baharuddin mengatakan bendera sebagai penanda agar jamaah tidak salah turun di pemondokan negara lain.

Umbul-umbulnya pun didominasi kain bercorak batik yang merupakan ciri khas budaya Indonesia. Selain itu, bagian bawah umbul-umbul tertuliskan ‘Halte Indonesia’. Jamaah haji Indonesia yang tinggalnya di Hotel Rehhal Mina (Pemondokan 604) dan Hotel Sura Manra’a (Pemondokan 602), menunggu bus salawatnya di Halte 604. Ada sebanyak 920 jamaah yang tinggal di Hotel Rehhal Mina, sementara sebanyak 1.523 jamaah ditempatkan di Hotel Sura Manra’a.

Jamaah tidak perlu khawatir tidak kebagian bus salawat atau tidak perlu berebutan naik bus salawat. Karena bus salawat selalu hadir tiap beberapa menit sekali. ‘’Kalau misalkan di halte ini ada penumpukan jamaah, kita lewat bravo langsung berkomunikasi untuk dikirimkan bus salawat ke sini,’’ kata Baharudin. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement