Kamis 01 Sep 2016 04:51 WIB

Suharto, Natsir, dan Mengenang Pemulangan Jenazah Bung Tomo dari Makkah

Istri Bung Tomo, Ny Sulistina Sutomo.
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Istri Bung Tomo, Ny Sulistina Sutomo.

Rabu dini hari kemarin (31/8) tersebar kabar duka, Sulistina Sutomo (91 tahun), istri penggerak jihad di Perang Kemerdekaan 10 November 1945, Bung Tomo, wafat. Sama halnya dengan sang suami, meninggalnya almarhumah juga sama-sama persis menjelang Hari Raya Idul Adha. Bedanya, Bung Tomo wafat di Makkah, sedangkan Ibu Sulistna wafat di RS Gatot Soebroto, Jakarta.

Sulistina dimakamkan pada Rabu sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel, Surabaya. Pusaranya berdampingan dengan pusara sang suaminya tercinta yang memang dulu telah memilih agar dimakamkan di pemakaman umum biasa (rakyat) dari pada di Taman Makam Pahlawan.

Dan ketika mendengar kabar bahwa istri Bung Tomo wafat, ingatan melayang pada pertemuan dengan putra beliau, Bambang Sulistomo, pada sore hari menjelang terbenamnya matahari saat melakukan wukuf di Padang Arafah.

"Bapak dulu dimakamkan di sana," kata Mas Bambang, panggilan akrab Bambang Sulistomo, sembari menunjuk ke arah sebuah tempat di dekat area Padang Arafah.

Bagi publik yang hari ini tengah menaruh perhatian pada soal haji karena dirinya atau keluarga ada yang tengah melakukan perjalanan haji ke Makkah, sosok Bung Tomo memang perlu diberi perhatian khusus.

Sebab, selain sebagai pahlawan nasional, tak banyak orang tahu bahwa Bung Tomolah satu-satunya jamaah haji asal Indonesia yang ketika meninggal jenazahnya bisa dibawa pulang ke Indonesia. Selain dia, sampai sekarang tak ada jenazah jamaah haji Indonesia yang dimakamkan di Tanah Air.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement