Selasa 13 Sep 2016 21:01 WIB

Dua Jamaah Haji Kota Malang Masuk ICU

Rep: christiyaningsih/ Red: Ani Nursalikah
 Fasilitas alat oksigen untuk jamaah haji yg sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Arafah, Sabtu (10/9). (Republika/Amin Madani)
Foto: Republika/ Amin Madani
Fasilitas alat oksigen untuk jamaah haji yg sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Arafah, Sabtu (10/9). (Republika/Amin Madani)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Dua jamaah haji asal Kota Malang tumbang. Keduanya diduga kelelahan karena faktor usia lanjut sehingga harus dilarikan ke ICU selama berada di Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama Malang Imron mengatakan karena harus dirawat intensif, dua jamaah haji tersebut tak bisa melakukan wukuf di Arafah.

Sebagai gantinya, mereka melakukan safari wukuf. Kedua jamaah haji tersebut dibawa ke Arafah dengan ambulans kemudian turun sejenak. Setelah beberapa menit di luar ambulans, keduanya dibawa kembali ke rumah sakit.

"Karena sudah masuk ICU artinya sudah parah," kata Imron kepada Republika.co.id, Selasa (13/9).

Sebanyak 40 persen dari 879 calhaj berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan selama berada di tanah suci. "Setiap kloter didampingi lima petugas termasuk di dalamnya satu dokter dan dua tenaga medis," kata Imron.

Para calhaj yang berisiko terbagi atas dua yakni risiko sehat dan risiko sakit. Risiko sehat adalah calhaj yang berusia di atas 61 tahun dan berpotensi sakit karena usia lanjut. Sementara risiko sakit adalah mereka yang memilki penyakit bawaan sejak berangkat dari tanah air.

"Penyakit yang mendominasi calhaj antara lain hipertensi, diabetes, asam urat, dan kolesterol," kata Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif.

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji, Dinkes sudah mengimbau kepada seluruh jamaah agar membawa obat-obatan yang cukup selama berada di tanah suci. Jamaah haji asal Kota Malang dijadwalkan tiba kembali di Malang pada 12 Oktober dan 14 Oktober 2016.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement