Rabu 22 Mar 2017 09:13 WIB

Antrean Haji Kalsel Menyusut Hingga Delapan Tahun

Jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam pemberangkatan gelombang pertama, mulai pulang kembali ke Tanah Air, Makkah, Sabtu (17/9). (Republika/Amin Madani)
Foto: Republika/ Amin Madani
Jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam pemberangkatan gelombang pertama, mulai pulang kembali ke Tanah Air, Makkah, Sabtu (17/9). (Republika/Amin Madani)

IHRAM.CO.ID, BANJARMASIN -- Lama antrean haji di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyusut hingga delapan tahun dengan bertambahnya kuota haji sebanyak 781 orang pada 2017.

"Karena kuota haji ditambah, secara otomatis memangkas jarak antrean, kita perkirakan hingga delapan tahun," ujar Kabid Pengelolaan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Kalsel H Syukeriansyah di Banjarmasin, Selasa (21/3).

Menurut dia, kuota haji Kalsel sebelumnya 3.050 orang, dengan antrian haji yang mencapai sebanyak 94 ribu saat ini terdaftar, hingga antriannya terhitung mencapai 31 tahun.

Tapi dengan ditambahnya kuota sebanyak 781 orang atau menjadi 3.831 orang menjadikan antrean berkurang menjadi 23 tahun.

Penambahan kuota haji dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi itu harus disyukuri, kata Syukeriansyah, karena bisa mempercepat keinginan masyarakat Indonesia untuk bisa menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima tersebut.

"Apalagi minat beribadah haji di daerah kita ini sangat tinggi, rata-rata setiap tahunnya yang mendaftar dan dapat nomor kursi itu antara tujuh ribu hingga delapan ribu," ujarnya.

Saat ini persiapan penyelenggaraan haji sudah mulai dilakukan, terutama pelengkapan dokumen bagi jamaah.

"Sekarang sudah mulai pembuatan paspor bagi para jamaah, bahkan pihak Imigrasi memberikan waktu khusus bagi jamaah pada hari Sabtu dan Minggu," katanya.

Waktu khusus bagi jamaah haji itu, kata dia, berkaitan dengan memaksimalkan pelayanan dengan memberikan waktu khusus bagi pegawai sipil negeri dan tidak tercampur bagi umum.

Dia menyatakan, sementara ini tidak ada kendala dalam proses persiapan haji pada 2017, tapi tetap akan diperhatikan dengan baik setiap detailnya, karena jamaah haji bertambah.

"Untuk pelayanan haji tidak ada perubahan seperti tahun lalu, namun memang fasilitas di asrama haji yang ada peningkatan," katanya.

Syukeriansyah mengatakan, untuk jamaah haji tahun 2017 akan menempati fasilitas penginapan baru yakni berstandar hotel bintang tiga yang baru saja dibangun.

"Kita imbau calon jamaah yang akan berangkat tahun ini untuk selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya, itu yang terpenting selain mempelajari terus cara beribadah haji," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement