Jumat 21 Jul 2017 16:01 WIB

Saudi Pastikan Jamaah Haji Iran Beribadah dengan Damai

Pengunjuk rasa Iran mengutuk Arab Saudi atas kematian jamaah haji selama protes di Teheran, Iran, 25 September 2015.
Foto: AP Photo/Vahid Salemi
Pengunjuk rasa Iran mengutuk Arab Saudi atas kematian jamaah haji selama protes di Teheran, Iran, 25 September 2015.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Menteri urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Mohammed Bantan telah bertemu dengan Kepala Pelaksanana Tawafa Haj untuk jamaah Iran, Dr. Talal Qutb. Seperti dilansir kantor berita Aawsat, Jumat (20/1), mereka mendiskusikan program kerja dan rencana operasional pelaksanaan haji jamaah Iran tahun ini. 

Bantan fokus pada pengembangan permintaan layanan haji yang diminta Iran. Tahun ini, Iran mengirim lebih dari 83.800 jamaah termasuk 2.400 petugas pelaksana haji. Pada Rabu, Bantan telah melakukan inspeksi ke sejumlah tempat.
 
Diskusi Bantan dengan Qutb meliputi semua aspek operasi haji mulai dari datang di bandara hingga pulang kembali. Termasuk diantaranya penyambutan jamaah, pengelompokan, akomodasi, transportasi, makanan, program keamanan dan layanan lainnya.
 
Ia menegaskan pentingnya meningkatkan seluruh fasilitas pada jamaah Iran. Agar mereka tetap tenang dan nyaman saat melaksanakan ibadah haji. Tidak seperti apa yang mereka khawatirkan mengingat hubungan diplomatik kedua negara.
 
"Sebenarnya pengaturan pelayanan untuk jamaah Iran tidak berbeda dari jamaah lain dari seluruh dunia," kata dia. Bantan menjamin semua persiapan berjalan dengan semestinya sehingga jamaah bisa melaksanakan haji dengan damai.
 
Bantan telah menginspeksi sejumlah fasilitas, seperti United Zamzams Office di Mekkah. Ia memeriksa kesiapan untuk pelayanan pada seluruh jamaah. Seperti mekanisme implementasi, evaluasi, hingga pengawasan.
 
Qutb memastikan visa elektronik telah dikeluarkan oleh Saudi. Proses pelengkapan untuk semua jamaah masih berlangsung. Ia juga mengatakan semua persiapan haji tahun ini sudah dimulai sejak akhir musim haji sebelumnya dua tahun lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement