Senin 31 Jul 2017 19:38 WIB

Kiai Muhyiddin: Contoh Tabung Haji Malaysia

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi
Foto: ROL/Abdul Kodir
Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi menyarankan, agar pemerintah Indonesia mencontoh pengelolaan dana haji pemerintah Malaysia. Karena, menurut dia, Tabung Haji Malaysia dapat memberikan keuntungan yang besar bagi jamaah haji Malaysia.

Menurut dia, Pemerintah Malaysia telah lama mendirikan Tabung Haji Malaysia dibandingkan dengan pemerintah Indonesia. Karena itu, dampaknya pun sudah banyak dirasakan oleh jamaah haji Malaysia karena pemerintah Malaysia menginvestasikannya di sektor infrastruktur.

"Itu harus dicontoh oleh kita. Karena bagaimana pun yang namanya investasi, terutama uang jamaah haji Malaysia sangat menguntungkan. Jadi wajar kalau memang jamaah haji Malaysia punya tempat pemondokan yang dekat dan fasilitas yang jauh lebih memadai, karena memang dibantu oleh Tabung Haji Malaysia," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (31/7).

Dia mengatakan, Pemerintah Malaysia tidak hanya menginvestasikan dana haji di sektor infrastruktur tapi juga diinvestasikan ke bidang pertanian. "Nah mereka itu menginvestasikannya di infrastruktur, bahkan di proyek-proyek pertanian seperti membangun pohon-pohon CPO (Pohon Iinduatri turunan kelapa sawit), itu kan," ucapnya.

Bahkan, tambah dia, Pemerintah Malaysia juga sudah bisa membeli saham-saham di beberapa Bank Islam di Malaysia. Menurut dia, pemanfaatan dana haji itu dilakukan antara lain untuk meringankan beban jamaah haji.

"Antara lain tujuannya adalah untuk meringankan beban biaya jamaah haji Malaysia untuk mendapatkan tempat pemondokan yang dekat, kemudian dengan harga tiket yang murah dan sebagainya, sehingga dengan demikian itu memang sangat membantu," kata Kiai Muhyiddin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement