Rabu 20 Sep 2017 13:52 WIB

320 Haji Kalteng Jalani Pemeriksaan Antisipasi MERS

Jamaah haji mengenakan masker di Tanah Suci untuk mengantisipasi virus MERS.
Foto: AP Photo/Hasan Jamali/ca
Jamaah haji mengenakan masker di Tanah Suci untuk mengantisipasi virus MERS.

IHRAM.CO.ID,  PALANGKA RAYA - Kantor Kesehatan Pelabukan (KKP) Palangka Raya melakukan pemeriksaan terhadap 320 jamaah haji yang baru saja tiba guna mengantisipasi penyebaran virus MERS dan penyakit berbahaya lain di wilayah Kalimantan Tengah. "Penyakit apapun yang sifatnya menular dan mewabah itu kita cegah tangkal masuk ke Indonesia dan Palangka Raya. Penyakit itu seperti MERS dan ebola maupun penyakit lain yang menular," kata Kepala KKP Palangka Raya Solihin disela penyambutan kepulangan jamaah haji asal Kalteng, Rabu (20/9).

Pria yang juga sebagai Ketua Bidang Kesehatan PPHD Kalteng itu menerangkan pemeriksaan terhadap 320 jamaah yang tiba di Asrama Haji Almabrur di Palangka Raya itu dilakukan menggunakan termoscaner atau alat pendeteksi suhu tubuh. "Menggunakan termoscaner itu maka suhu tubuh jamaah haji akan terlihat. Jika terpantau memiliki suhu 38 derajat Celcius, maka jamaah akan kita observasi," katanya.

Observasi tersebut untuk menentukan penyebab pasti suhu tubuh jamaah haji yang telah terpantau. "Panasnya itu karena apa, apa karena infeksi atau apa. Kalau dalam observasi sementara diketahui terjangkit penyakit mewabah seperti MERS dan ebola maka yang bersangkutan akan langsung kita kirim ke Doris Sylfanus untuk dilakukan isolasi dan perawatan," katanya.

Prosedur ini pun akan diterapkan kepada seluruh jamaah haji asal Kalimantan Tengah yang totalnya berjumlah 1.615 jamaah karena empat jamaah diketahui meninggal di Arab Saudi. Dia mengatakan rata-rata masa inkubasi virus yang menyerang tubuh memakan waktu dua hingga 14 hari.

Untuk itu, dalam rangka memantau kesehatan jamaah haji, terutama hingga 14 hari mendatang, pihaknya telah membuat surat kepada Dinas Kesehatan Kalteng agar turut membantu memantau kesehatan jamaah melalui puskesmas maupun petugas kesehatan. "Jika sakit maka tunjukkan buku kesehatan jamaah haji sehingga petugas puskesmas atau petugas kesehatan akan mudah menentukan arah pengobatannya," katanya. Jamaah  juga diimbau agar menjaga kesehatannya usai tiba di rumah masing-masing.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement