Senin 23 Apr 2018 22:25 WIB

Puan: Layanan Haji Membaik

Indeks kepuasan pelayanan haji meningkat terus tiga tahun belakangan.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah haji tiba di terminal bandara internasional King Abdulaziz Jeddah, Saudi Arabia, 27 August 2017. Sekitar 2,6 juta jamaah haji dari berbagai negara akan melaksanakan ibadah haji tahun ini.
Foto: Mast Irham/EPA
Jamaah haji tiba di terminal bandara internasional King Abdulaziz Jeddah, Saudi Arabia, 27 August 2017. Sekitar 2,6 juta jamaah haji dari berbagai negara akan melaksanakan ibadah haji tahun ini.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan layanan haji membaik.

Menurut Puan, meski indeks kepuasan pelayanan haji meningkat terus tiga tahun belakangan, pemerintah tak berhenti melakukan evaluasi dan perbaikan demi pelayanan haji kepada masyarakat Indonesia yang lebih baik.

"Kita harus memastikan layanan haji terus membaik sehingga calon haji khusyuk beribadah. Pelayanan yang bagus membuktikan negara hadir melayani rakyat seperti yang selalu disampaikan Presiden Joko Widodo," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (23/4).

Untuk musim haji 2018, Indonesia mendapatkan kuota sebesar 221 ribu orang yang terdiri atas 204 ribu jamaah reguler dan 17 ribu jamaah khusus. Dengan jamaah sebesar itu, Pemerintah mengklaim telah menyiapkan pondokan, transportasi, catering, layanan kesehatan dan lainnya yang semakin baik.

"Kami menjamin pemondokan untuk calon jamaah haji Indonesia minimal setara dengan hotel bintang tiga dan transportasi bagi jamaah yang berada agak jauh dari Masjid al Haram akan disediakan bus keluaran 2016," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Mengenai katering, Kementerian Agama telah berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan kecukupan gizi dan menjaga variasi makanan sehingga jamaah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dapat menikmatinya. Senada dengan Menteri Agama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek melaporkan telah menyiapkan 1.521 Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) untuk melayani 507 kloter. Dengan demikian setiap kloter akan dilayani satu dokter dan dua perawat.

"Untuk memastikan pengawasan terhadap kesehatan calhaj Indonesia, Kartu Kesehatan Haji telah terintegrasi dengan Siskohatkes. Bagi calhaj dengan risiko kesehatan tinggi diberi gelang warna oranye," ujar Menkes.

Atas seluruh persiapan yang dikoordinasikan Menko PMK itu, Komisi Pengawasan Haji Indonesia mengapresiasi segala upaya yang disiapkan dan berharap langkah seperti ini terus dilakukan. Tak kurang, Mendagri Kerajaan Arab Saudi juga memberikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia karena sangat tertib dan taat.

Hal ini menjadi nilai tawar Indonesia. Dubes RI untuk Arab Saudi juga menyatakan pelayanan haji menjadi tanggung jawab bersama demi nama Indonesia. Mengakhiri rapat koordinasi, Puan meminta sinergi dan kerja sama segenap pihak dalam menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2018 lebih baik sehingga masyarakat merasakan kerja bersama Pemerintah.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi serta segenap pihak yang terlibat dalam penyiapan penyelenggaraan ibadah haji. Terus bergotong royong dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement