Senin 07 May 2018 07:28 WIB

IITCF Gelar Seminar Digital Marketing

IITCF juga menyosialisasikan sertifikasi usaha Biro Perjalanan Wisata.

Pakar Digital Marketing Alya Mirza(kiri) bersama chairman IITCF Priyadi Abadi (kanan) memberikan materi dalam seminar digital marketing untung agen travel, di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta, Ahad (19/2).
Foto: Republika/Imanfirmansyah
Pakar Digital Marketing Alya Mirza(kiri) bersama chairman IITCF Priyadi Abadi (kanan) memberikan materi dalam seminar digital marketing untung agen travel, di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta, Ahad (19/2).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Era digital memerlukan strategi tertentu bagi para pengusaha travel dalam mengelola bisnisnya. Mereka perlu menerapkan digital marketing agar bisa memenangkan persaingan.

Terkait hal itu,  Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) menggelar seminar Optimize Digital Marketing for Travel Operators bagian kedua. Seminar tersebut diadakan di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/5). “Seminar ini bertujuan membuka wawasan bagi travel Muslim tentang bagaimana mengatur strategi marketing yang baik di era digital ini,” kata Chairman IITCF, Priyadi Abadi kepada Republika.co.id, Ahad (6/5).

Ia menambahkan, seminar digital marketing tersebut akan menampilkan nara sumber praktisi digital marketing dari Republika Online (ROL). Keduanya adalah Slamet Riyanto dan Arif Supriyono. “Kami memilih narasumber dari Republika karena kami melihat Republika, baik Online maupun cetaknya merupakan media Islam terbesar di Indonesia. Republika mempunyai  andil sangat besar bagi para pemilik travel Muslim terkait kemajuan  wisata Muslim,  umrah dan haji,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, ini merupakan seminar kedua membahas digital marketing yang diadakan oleh IITCF. “Seminar digital marketing pertama diadakan Februari 2018 dengan nara sumber Alya Mirza. Mengingat peserta membludak, seminar dibagi dua kelas dan diadakan dua hari. Hasil evaluasi kami, perlu diadakan seminar lanjutan. Karena itulah, kami mengadakan seminar digital marketing bagian kedua,” tuturnya.

Ia menambahkan, “IITCF memilih Slamet  Riyanto karena pada saat  kelas digital marketing pertama ia sempat memberikan sedikit ulasan, namun waktunya kurang. Maka,  sekarang kami memberikan  waktu penuh  kepada tim republika untuk memberikan wawasan kepada teman-teman IITCF mengenai pentingnya media online saat ini bagi para travel. Kami juga berharap adanya kerja sama yang baik yang terus terjalin antara Republika dan IITCF. Tentu saja, kerja sama yang saling menguntungkan.”

Priyadi mengemukakan, pada kesempatan yang sama, IITCF juga akan melakukan sosialisasi mengenai Sertifikasi Usaha Pariwisata lingkup Biro Perjalanan Wisata (BPW). Perlunya sertifikasi pariwisata dengan lingkup BPW merupakan persyaratan yang dimandatorikan melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor  08 tahun 2018. PIU Wajib memiliki sertifikat pariwisata dengan lingkup BPW.

“Tim dari Komite  Akreditasi Nasional (KAN) yang mengurusi sertifikasi usaha akan  memberikan presentasi pada saat acara tersebut. Karena itu sosialiasi sertifikasi BPW ini sangat penting diikuti oleh para pemilik atau pengelola  travel,” ujar Priyadi.

Ia menyebutkan, acara seminar tersebut didukung oleh Bank Muamalat. Bank Muamalat merupakan mitra perbankan IITCF yang memberikan fasilitas ruangan meetingnya di lantai 19 Muamalat Tower. “Kami berterima kasih kepada Bank Muamalat atas kesediaan bank syariah pertama di Indonesia tersebut bekerja sama dengan IITCF,” tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement